Flash News
No posts found

Parpol Cuek Sambut Kampanye Terbuka, Alasan?

Atribut kampanye bertebaran di sepanjang jalan Mondoteko Rembang. Sejumlah partai politik berencana tidak memanfaatkan kampanye terbuka.

Atribut kampanye bertebaran di sepanjang jalan Mondoteko Rembang. Sejumlah partai politik berencana tidak memanfaatkan kampanye terbuka.

Rembang – Sejumlah pengurus partai politik di kabupaten Rembang menganggap kampanye terbuka, antara tanggal 16 Maret sampai dengan 05 April 2014 mendatang, kurang efektif untuk mendongkrak perolehan suara pemilih. Mereka justru bersiap siap tidak akan menggunakan kesempatan tersebut.

Ketua Bidang Kebijakan Publik DPD Partai Keadilan Sejahtera Kab. Rembang, Rohmat Isnaeni mengatakan kampanye dengan mendirikan panggung hiburan, kemudian mendatangkan artis artis terkenal tidak akan mengena sasaran, tetapi justru menghambur hamburkan anggaran.

Partainya lebih memperbanyak datang ke rumah rumah warga, melakukan pendekatan secara personal dan memperkuat tim sukses. Sejauh ini, pengurus PKS Kab. Rembang belum mengagendakan kampanye terbuka.

Hal senada diungkapkan pembantu pemenangan Pemilu DPD Golkar Kab. Rembang, Ismari. Partainya juga belum berencana menggelar kampanye terbuka, karena keterbatasan dana.

Tapi kalau memang ada uang, menurutnya sesekali perlu kampanye terbuka, dengan iring iringan massa, untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa kekuatan partai berlambang pohon beringin masih solid, sekaligus memberikan hiburan kepada warga.

Sementara itu pengurus DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Mursyid mengaku pihaknya mempunyai wacana kampanye terbuka. Jika tidak ada perubahan, tanggal 23 Maret 2014 berlangsung di Sedan, sebagai salah satu basis kader fanatik PPP. Tokoh nasional siapa saja yang akan datang dan artis penghiburnya, masih dalam taraf persiapan.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kab. Rembang, Mukhlis Ridho memprediksi kampanye terbuka secara besar besaran, hanya terpusat di kota besar.

Meski di Rembang sepi, namun Panwaslu akan tetap menajamkan mata dan telinga, untuk memantau berbagai kemungkinan pelanggaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *