Flash News
No posts found

Sluke, Distanhut Anggap Diluar Perkiraan

Lahan persawahan mengering di desa Jurangjero Kec. Sluke, mengancam tanaman padi.

Lahan persawahan mengering di desa Jurangjero Kec. Sluke, mengancam tanaman padi.

Sluke – Puluhan hektar tanaman padi sejumlah desa di kecamatan Sluke, terancam gagal panen, karena mengalami kekeringan. Kondisi lahan tadah hujan cukup parah, mulai desa Leran, Jurangjero, Trahan, Sluke, Manggar, Langgar dan sekitarnya.

Seorang petani desa Langgar, Supramadi mengatakan areal persawahan banyak yang retak retak kekurangan air, setelah hampir sebulan tidak turun hujan. Kalau akan menyedot menggunakan mesin diesel, aliran sungai juga tidak ada air. Jika nantinya sebatas hujan gerimis atau hujan deras sebentar, ia memperkirakan belum mampu menyelamatkan tanaman padi.

Tokoh petani desa Leran Kec. Sluke, M Munawir menuturkan banyak petani di desanya yang terpaksa membeli air dari truk tangki, untuk pengairan tanaman padi. Per tangki, mereka membayar Rp 80 ribu. Ia berharap pemerintah memikirkan cara yang tepat, supaya perubahan musim extrem tidak semakin memukul nasib petani. Apalagi sekarang baru masa tanam pertama, sehingga diprediksi sulit untuk bercocok tanam kedua atau walik dami.

Kepala Dinas Pertanian Dan Kehutanan Kab. Rembang, Suratmin menyatakan hari Kamis (13 Maret 2014) sempat turun langsung memantau lahan pertanian yang kekeringan di kecamatan Sluke. Kebetulan di wilayah Lasem hujan deras, namun begitu memasuki kecamatan Sluke, cuaca panas.

Menurutnya ancaman gagal panen di kecamatan Sluke, diluar dugaan. Ia memerintahkan kepada mantri tani, untuk segera melakukan pendataan.

Suratmin menimpali hujan merupakan solusi jangka pendek, sedangkan kedepan pemerintah akan mengupayakan tambahan bantuan sumur pantek dan embung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *