Flash News
No posts found

Curi Start, SDIT Al Ihsan Diprotes

Copyan brosur penerimaan peserta didik baru yang diedarkan oleh SDIT Al Ihsan Rembang, menuai protes.

Copyan brosur penerimaan peserta didik baru yang diedarkan oleh SDIT Al Ihsan Rembang, menuai protes.

Rembang – Sejumlah SD Negeri di wilayah kecamatan Rembang Kota menuding SD Islam Terpadu (SDIT) Al Ihsan yang berlokasi di pinggir jalan Sumberejo – Mondoteko, nekat mencuri start penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2014 – 2015 dan melanggar jadwal kalender pendidikan resmi.

Ketua Komite Sekolah SDN II Pulo Rembang, Rohmat menjelaskan SDIT Al Ihsan membuka pendaftaran siswa gelombang pertama sejak bulan Februari lalu. Kemudian nantinya akan diseleksi melalui tes, padahal sesuai aturan untuk masuk SD sederajat, tidak perlu tes. Yang terpenting batas usia minimal 7 – 12 tahun terpenuhi.

Rohmat menambahkan Dinas Pendidikan telah mengeluarkan jadwal penerimaan peserta didik baru.

Untuk SD Negeri mulai tanggal 27 – 29 Juni, sedangkan SD swasta dibuka antara tanggal 27 – 30 Juni. Ia berharap sekolah mematuhi aturan tersebut. Kalau terlanjur menerima siswa, maka sebaiknya dibatalkan. Menurutnya Dinas Pendidikan juga harus turun tangan memberikan sanksi. Kalau dibiarkan, muncul kekhawatiran sekolah lain terancam tidak mendapatkan murid, gara gara kalah start.

Apalagi sekarang muncul ketentuan, rasio setiap kelas minimal 20 anak. Kurang dari angka itu, bisa saja sekolah digabung atau diregoruping dengan SD lain, sehingga rawan menimbulkan gejolak masyarakat.

Kepala Sekolah SDIT Al Ihsan Rembang, Siti Rusmiati menanggapi pihaknya menganut kebijakan dari yayasan. Sebagai sekolah swasta yang berbeda dengan sekolah umum, SDIT butuh waktu agak panjang untuk menyeleksi siswa dan wawancara dengan orang tua.

Ia memang pernah menerima pesan pendek sms dari perwakilan sekolah SD Negeri Pulo, seandainya ada calon murid warga desa Pulo akan mendaftarkan diri ke Al Ihsan, mohon diarahkan mendaftar ke SD Pulo. Siti menimpali tahun ini akan menerima sekira 60 anak peserta didik baru, sampai hari Jumat (14 Maret 2014) terdaftar 40 anak lebih. Kebanyakan merupakan lulusan TK Al Ihsan, kalau dari luar itu, jumlahnya tidak seberapa.

Siti Rusmiati menambahkan seperti di daerah lain, sebagian sekolah swasta juga membuka pendaftaran lebih awal. Ia heran kenapa SDIT Al Ihsan belakangan justru dipermasalahkan. Biarlah nantinya masyarakat yang menilai.

Sementara itu Kepala Bidang Kurikulum Dinas Pendidikan Kab. Rembang, Muttaqin menuturkan UPT Dinas Pendidikan Kec. Rembang Kota sudah mengkonfirmasi keluhan tersebut. Setelah dilaporkan, pihaknya akan mengambil langkah langkah, untuk menentukan solusi terbaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *