Flash News
No posts found

Menyiasati Kekurangan Dokter, Caranya?

Seorang dokter muda berjalan menuju bangsal perawatan di rumah sakit dr R Sutrasno Rembang, Jumat pagi.

Seorang dokter muda berjalan menuju bangsal perawatan di rumah sakit dr R Sutrasno Rembang, Jumat pagi.

Rembang – Semenjak program Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bergulir, jumlah pasien di rumah sakit dr R Sutrasno Rembang tetap tinggi, hampir sama sebelum ada program tersebut. Kondisi itu menuntut pelayanan prima, ditengah jumlah dokter yang terbatas.

Hari Jumat (14 Maret 2014) misalnya, dari total 250 tempat tidur, sudah terisi 176 pasien. Memang ada pemilahan, karena tidak mungkin, pasien dewasa dimasukkan ke bangsal anak yang masih kosong.

Kepala Seksi Informasi Rumah Sakit dr R Sutrasno Rembang, Zaenal Abidin menjelaskan sekarang baru terdapat 30 an orang dokter umum dan spesialis. Beruntung, hal itu bisa ditutupi 13 orang dokter residen. Dokter residen merupakan dokter umum yang akan menjadi dokter spesialis, mereka kebanyakan berasal dari Universitas Diponegoro Semarang.

Kemudian diperkuat pula 33 orang dokter muda dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogjakarta. Istilahnya mereka koas atau praktek lapangan, tapi belum lulus kuliah. Tenaga residen dan koas sangat membantu pelayanan di rumah sakit.

Zaenal Abidin menambahkan pada masa transisi pelayanan BPJS Kesehatan memang banyak hal yang harus diperbaiki. Khusus penggantian kartu Askes, Jamkesmas maupun Jamsostek menjadi kartu BPJS, menurutnya tinggal menunggu waktu. Toh selama ini ketika pendaftaran pasien, tidak ada masalah.

Soal klaim pembayaran dari BPJS, pada mulanya agak lama, tapi sekarang lambat laun mulai lancar. Usai pengajuan ke verifikator setiap tanggal 10, kemudian melewati proses pengecekan dan awal bulan pencairan dana, tidak molor lagi. Ia mencontohkan bulan Januari 2014, sudah terbayar sekira Rp 2,4 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *