Flash News
No posts found

Kuatnya Barang Buatan Napi, Memukul Pemasaran

Dua orang Napi di dalam Rutan Rembang, sibuk membuat keset.

Dua orang Napi di dalam Rutan Rembang, sibuk membuat keset.

Rembang – Produksi keset dan sapu yang dihasilkan narapidana di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Rembang, terkendala seretnya pemasaran.

Kepala Rutan Rembang, Suyatno menjelaskan harga jual barang sebenarnya tergolong cukup murah. Untuk sapu Rp 5 ribu, sedangkan keset dibandrol Rp 12 ribu, perkiraan mampu bertahan selama dua tahun.

Suyatno membenarkan dari sisi kekuatan memang lebih bagus, dibandingkan produk dari industri rumahan. Justru itulah yang menjadi salah satu kendalanya, sehingga kalau beli hari ini, baru datang kembali dua tahun kemudian.

Pihaknya sebatas memasarkan hasil karya Napi melalui koperasi Rutan dan promosi dari mulut ke mulut. Ia berharap jika ada kelompok yang peduli, ikut membantu menyebarkan atau menggagas kegiatan lain, sehingga program pelatihan Napi dapat berkelanjutan. Apalagi tenaga sudah siap sekira 120 orang, begitu pula tempatnya.

Menurut Suyatno, Rutan tak ingin produksi sapu dan keset ini hanya berlangsung saat mereka berada di dalam balik jeruji besi saja. Tetapi bagaimana supaya nantinya setelah bebas, mantan Napi tidak tertarik lagi kembali masuk dunia kriminalitas. Justru dengan bekal pelatihan, mau memancing gairah berusaha produktif dan lambat laun bisa diterima dengan baik oleh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *