Flash News
No posts found

Batas Terakhir, Tetap Bertahan

Warung makan di sebelah barat obyek wisata Taman Kartini Rembang.

Warung makan di sebelah barat obyek wisata Taman Kartini Rembang.

Rembang – Meski Pemkab Rembang beberapa kali memberikan peringatan untuk segera pindah, namun sejumlah pemilik bangunan warung di sebelah barat obyek wisata Dampo Awang Beach Taman Kartini Rembang tetap bertahan, sampai dengan hari Senin (17 Maret 2014). Sedikitnya ada 6 unit warung semi permanen, masih mendiami lokasi tersebut.

Sumiatun, warga desa Mondoteko Rembang mengaku sudah membuka warung di pinggir jalur Pantura barat Taman Kartini, sejak tahun 1979 lalu atau selama 35 tahun. Penghasilan dari berjualan nasi, menjadi gantungan ekonomi sehari hari.

Sesuai surat Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda Dan Olahraga Kab. Rembang, setelah diberikan perpanjangan waktu, mustinya hari Senin 17 Maret ini merupakan batas terakhir. Ia belum pindah, karena menunggu sejumlah rekannya membongkar bangunan, sekaligus menantikan pencairan uang tali asih.

Sumiatun menambahkan kalau nantinya tergusur, warung akan dipindah ke sekitar “Jalan Cinta” turut tanah desa Mondoteko Rembang. Memang tidak bisa seramai di tempat lama, karena lokasi baru kurang strategis. Kemungkinan omset penjualan menurun drastis, sampai 50 % lebih. Bisa saja ia memilih tidak berjualan lagi.

Sebelumnya, Pemkab Rembang menyosialisasikan penertiban bangunan di sebelah barat Taman Kartini, mulai bulan Agustus 2013. Bagi 21 orang warga yang mendiami bangunan sisi utara, diberi bantuan Rp 98 juta, sedangkan 6 orang pemilik warung bagian selatan, menerima total Rp 67 juta.

Kepala Dinbudparpora Kab. Rembang, Sunarto mengatakan pembongkaran bangunan bertujuan untuk pelebaran jalan, sebagai akses keluar masuk dari dan ke tempat pelelangan ikan (TPI) Tasikagung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *