Flash News
No posts found

“Tahu Aturan, Tak Berdaya Menerapkan…”

Massa partai Gerindra menggelar konvoi sepeda motor, melintasi Jl Pemuda Rembang, Minggu siang (17/03).

Massa partai Gerindra menggelar konvoi sepeda motor, melintasi Jl Pemuda Rembang, Minggu siang (17/03).

Rembang – Hari pertama kampanye terbuka di kabupaten Rembang, partai politik masih melibatkan anak anak dibawah umur, untuk ikut berkampanye.

Seorang psikolog di Rembang, Agung Ratih Kusumawardhani menyayangkan hal tersebut. Kalau bertujuan untuk pendidikan politik, justru dikhawatirkan anak anak salah dalam menyerap informasi yang dilihat maupun didengarnya. Apalagi jika model kampanye mengandalkan arak arakan sepeda motor, akan sangat beresiko bagi keselamatan anak. Dalam Undang Undang Perlindungan Anak sudah jelas diterangkan kampanye dengan melibatkan anak anak, merupakan larangan. Maka orang tua musti memahami ketentuan itu.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kab. Rembang, Mukhlis Ridho mengakui secara umum tidak ada pelanggaran berarti, saat kampanye hari pertama dibuka oleh Partai Gerindra.

Namun keterlibatan anak dibawah umur cukup mencolok. Tak hanya UU Perlindungan Anak, Peraturan KPU juga melarang. Ia yakin pengurus partai politik tahu, tetapi entah kenapa sulit menerapkan. Menurutnya, rapat umum terbuka, ditandai konvoi kendaraan dan pentas di lapangan, keselamatan anak anak menjadi sangat riskan.

Mukhlis Ridho menambahkan bagi pelanggar, tidak ada ketentuan sanksi. Tetapi dikembalikan lagi pada komitmen masing masing partai politik. Panwaslu kabupaten Rembang akan terus memantau kegiatan kampanye Partai Hanura pada hari Senin dan Selasa (18/3) jatahnya Partai Kebangkitan Bangsa.

Sementara itu, sejumlah peserta kampanye dari Partai Gerindra mengaku terpaksa mengajak anak mereka, karena di rumah tidak ada yang merawat. Daripada ditinggal, lebih baik dibawa ke arena kampanye.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *