Flash News
No posts found

Cuaca Extrem, Petani Berebut Air

Petani beramai ramai menyedot air sungai, karena tanaman mereka terancam gagal panen.

Petani beramai ramai menyedot air sungai, karena tanaman mereka terancam gagal panen.

Sulang – Petani sejumlah desa di kecamatan Sulang mulai berebut air sungai, untuk mengairi tanaman padi yang terancam gagal panen.

Di desa Pedak Kec. Sulang misalnya. Petani beradu cepat membendung sungai, agar kebagian jatah air. Setelah itu mereka menyedot air menggunakan mesin diesel, langsung dialirkan ke lahan persawahan.

Suparman, seorang petani setempat mengaku sewa mesin diesel per jam Rp 25 ribu. Jarak antara sungai dengan sawah mencapai 200 meter. Meski jauh tetap harus dilakukan, agar bisa panen. Kalau tidak berebut air sungai, kemungkinan kerugiannya akan bertambah besar.

Petani desa Pedak lainnya, Aman mengatakan tanah sawah sudah retak retak, karena tidak turun hujan selama sebulan terakhir ini. Perkiraan tanaman padi, sudah bisa panen, kurang setengah bulan.

Ia bingung harus menempuh cara apa. Untuk menyedot air sungai, belum mempunyai biaya sewa mesin diesel. Terpaksa Aman pasrah menghadapi ancaman gagal panen.

Kepala Dinas Pertanian Dan Kehutanan Kab. Rembang, Suratmin mengungkapkan kalau masa tanam pertama, di kecamatan Sumber dan Kaliori tergolong sukses, karena lebih awal. Untuk kecamatan lain, seperti Sulang, Sluke, Kragan dan sekitarnya banyak tanaman padi yang kekeringan.

Meski demikian pihaknya masih optimis produksi gabah tidak akan terjadi penurunan signifikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *