Flash News
No posts found

Kantongi 8 Pelanggaran, Formasdes Bergerak

Copyan bukti bukti foto tanah desa yang dimanfaatkan untuk bangunan rumah oleh kepala desa Sidomulyo.

Copyan bukti bukti foto tanah desa yang dimanfaatkan untuk bangunan rumah oleh kepala desa Sidomulyo.

Rembang – Sekira 14 an warga desa Sidomulyo Kec. Sedan yang mengatasnamakan Forum Aspirasi Masyarakat Desa Sidomulyo (Formasdes), hari Selasa (18 Maret 2014) mendatangi gedung DPRD, Inspektorat dan Polres Rembang, untuk melaporkan Kepala Desa mereka, Sarip, karena diduga melakukan penggelapan aset desa dan penyalahgunaan wewenang.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sidomulyo Kec. Sedan, Abdul Alim menjelaskan ada 8 dugaan penyimpangan, meliputi rumah pribadi, rumah anak Kades dan toko milik kepala desa dibangun di atas tanah bengkok perangkat desa, kemudian menggelapkan bondo desa maupun sewa tanah bengkok Sekdes. Selain itu, juga terjadi pungutan uang sebesar Rp 500 ribu dalam pembuatan sertifikat tanah massal dan jatah Raskin bulan Agustus 2013 tidak dibagikan kepada warga. Formasdes menyerahkan sejumlah bukti foto bangunan rumah dan toko keluarga Kades, serta copyan kwitansi bukti pembelian maupun sewa tanah bengkok desa.

Abdul Alim berharap kepada pihak terkait, segera menindaklanjuti masalah tersebut, sehingga nantinya ada kejelasan.

Camat Sedan, Wahyu Utomo mengaku telah menerima informasi dari Sekretaris Dewan, Ahmad Muallif, nantinya diagendakan pertemuan membahas laporan warga. Sebelumnya, kecamatan sama sekali belum mendengar keresahan masyarakat desa Sidomulyo. Tapi selama ini Kades Sarip memang susah dihubungi, karena nomor HP nya kerap berganti ganti.

Saat berada di gedung DPRD, anggota dewan dari Partai Keadilan Sejahtera, dr Rohmat Isnaeni menemui perwakilan warga. Ia berjanji meneruskan informasi ke komisi A Bidang Pemerintahan, yang terpenting jangan sampai ada hak masyarakat dirampas.

Sampai Selasa sore, Kades Sidomulyo Kec. Sedan, Sarip belum bisa dimintai tanggapannya. Ketika kami menghubungi nomor HP ibu Kades, menjawab sang suami tidak berada di rumah. Soal tudingan penggelapan aset desa, ia enggan menanggapi, karena bukan kewenangannya. Tapi Ny. Sarip menyatakan siap pindah, kalau menempati tanah desa dilarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *