Flash News
No posts found

Ibarat Silaturahmi Lebaran, Hadapi Pemodal Besar

Widi Astuti ketika mengajar siswa PAUD, Kamis pagi. (Gambar atas) Widi Astuti ditemani suami berkampanye, masuk ke rumah rumah warga.

Widi Astuti ketika mengajar siswa PAUD, Kamis pagi. (Gambar atas) Widi Astuti ditemani suami berkampanye, masuk ke rumah rumah warga.

Bulu – Calon legislatif bermodal pas pasan mulai merasakan betapa ketatnya persaingan, menggalang suara pemilih, menjelang Pemilu Legislatif 9 April 2014. Lalu bagaimana mereka menghadapi Caleg bermodal besar ? Reporter R2B, hari Kamis (20 Maret 2014) sempat mengikuti kampanye seorang Caleg Widi Astuti, warga desa Sendangmulyo Kec. Bulu.

Widi Astuti (37 tahun), adalah Caleg nomor 3 PDI Perjuangan di daerah pemilihan Sulang, Gunem dan Bulu. Widi merasa sebagai salah satu Caleg bondo nekat atau hanya bermodalkan nekat.

Betapa tidak, wanita yang sehari hari berprofesi menjadi guru PAUD desa Sendangmulyo Kec. Bulu ini, sama sekali tidak pernah terjun ke dunia politik. Kemudian ditawari bergabung dengan PDI Perjuangan. Ia mencetak tanda gambar dan kalender secukupnya, untuk sarana kampanye.

Dengan bekal uang relatif kecil, Widi menyadari sulit kalau musti membagi bagikan uang, guna menarik simpati pemilih. Maka sepulang dari mengajar dan menyelesaikan tugas tugas rumah tangga, dirinya bersama sang suami, Gusar Suryanto serta kedua anaknya memilih keliling kampung, langsung masuk rumah rumah warga, seperti layaknya bersilaturahmi pada waktu Lebaran.

Memang terkadang ada saja pemilih menanyakan, berani bayar berapa ? Biasanya ia tanggapi dengan senyuman, seraya menjelaskan bahwa niat untuk maju dalam pencalegan, benar benar ingin membawa aspirasi masyarakat ke arah perubahan lebih baik, tanpa tercemar politik transaksional.

Suami Widi Astuti, Gusar Suryanto membenarkan gelombang politik uang dari Caleg bermodal besar mulai terasa, dikhawatirkan semakin merajalela, mendekati hari pencoblosan.

Ia selalu setia menemani datang ke rumah pemilih, melakukan pendekatan secara personal. Gusar berharap akan mampu membendung iming iming uang.

Pria yang juga seniman pelukis tersebut menambahkan di desa Sendangmulyo terdapat sekira 3.600 orang pemilih, merupakan yang terbesar di kecamatan Bulu. Sebenarnya kalau menguasai satu desa saja, seorang Caleg bisa merebut satu kursi. Kebetulan ada 3 orang Caleg warga desa Sendangmulyo, dari partai politik berbeda beda. Peta kekuatan sulit ditebak, termasuk hadangan Caleg lain luar desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *