Flash News
No posts found

Mangkrak Bertahun Tahun, Sikap Pemerintah Tak Jelas

Meja kursi di kantor TPI Pasar Banggi yang mangkrak. (Gambar atas) kandang kambing di lokasi TPI Pangkalan.

Meja kursi di kantor TPI Pasar Banggi yang mangkrak. (Gambar atas) kandang kambing di lokasi TPI Pangkalan.

Rembang – Sejumlah tempat pelelangan ikan (TPI) di kabupaten Rembang sudah bertahun tahun menganggur, tanpa ada kejelasan penanganan dari pemerintah.

TPI desa Pasar Banggi Rembang misalnya. Bangunan yang dulu untuk pelelangan ikan, sekarang hanya berfungsi sebagai gudang penyimpanan jaring nelayan. Meja kursi di dalam ruangan kantor TPI, juga penuh debu tak terawat.

Sunar, nelayan di desa Pasar Banggi mengatakan TPI terakhir kali masih aktif beroperasi pada era tahun 2005 lalu. Semenjak itu sampai sekarang, nyaris tidak ada kegiatan pelelangan ikan lagi, seiring menurunnya hasil tangkapan nelayan.

Selama ini ketika nelayan kecil memperoleh teri, udang maupun rajungan, langsung dijual kepada bakul yang sudah menunggu di pinggir pantai, tidak memanfaatkan keberadaan TPI.

Sunar menimpali nelayan Pasar Banggi kini enggan mengandalkan perahu cokrik, karena tidak prospektif. Nelayan mulai berinisiatif bergabung, meminjam uang dari bank, untuk membeli kapal senilai Rp 1 – 2 miliar. Setiap kelompok terdiri dari 10 sampai 15 orang. Sedikitnya sudah ada 7 kapal. Kalau pada masa mendatang, jumlah kapal dari Pasar Banggi bertambah banyak, bisa saja muncul keinginan melelang ikan di desa sendiri. Tidak terus terusan ke TPI Tasikagung.

Kondisi serupa dialami TPI desa Pangkalan Kec. Sluke. Bangunan TPI rusak berat, sama sekali tidak ada pelelangan ikan, ketika Reporter R2B datang ke lokasi tersebut, hari Kamis (20 Maret 2014). Bahkan di salah satu tiang TPI, berubah fungsi menjadi kandang kambing. Juremi, seorang warga desa Pangkalan berharap Pemkab Rembang menjajaki kemungkinan TPI bisa diaktifkan kembali. Memang agak susah, tapi menurutnya perlu kerja keras menggulirkan program pro nelayan secara berkelanjutan.

Tidak hanya TPI Pasar Banggi dan Pangkalan saja yang mati suri, namun TPI Tunggulsari dan Tasikharjo di kecamatan Kaliori juga bernasib sama.

Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Kab. Rembang, Suparman menanggapi kurang tepat kalau sejumlah TPI tersebut dikatakan tidak beroperasi. Melainkan masih ada pelelangan ikan, namun tidak rutin.

Soal retribusi pemasukan daerah, ia mengakui jumlahnya sangat kecil. Saat ini yang bisa diandalkan, hanya TPI Tasikagung, Binangun Lasem, Karanganyar Kragan dan TPI Sarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *