Flash News
No posts found

Breakdance Akhiri Kejayaan, Berubah Haluan

Pemilik usaha dan Divalia melihat lokasi pabrik minuman di desa Kemadu Kec. Sulang, yang akan dialihfungsikan untuk pabrik jamu. (Gambar atas) dua wanita ini menunjukkan salah satu produk jamu.

Pemilik usaha dan Divalia melihat lokasi pabrik minuman di desa Kemadu Kec. Sulang, yang akan dialihfungsikan untuk pabrik jamu. (Gambar atas) dua wanita ini menunjukkan salah satu produk jamu.

Sulang – Anda masih ingat minuman limun dan breakdance yang pernah berjaya pada era tahun 90 an lalu ? Pabrik limun di pinggir jalan raya Rembang – Blora, tepatnya di desa Kemadu Kec. Sulang itu, menurut rencana akan dialihfungsikan untuk pabrik pembuatan jamu.

Pemilik pabrik, Sunoto dan Heni Warianti mengatakan kandungan limun ternyata rawan membahayakan kesehatan, tetapi kedepan mereka ingin berubah haluan, memberikan sumbangsih bagi dunia kesehatan, dengan mengeluarkan sejumlah produk jamu alami, bebas bahan kimia dan pengawet.

Keinginan itu muncul, setelah produksi limun, juga dianggap ketinggalan zaman. Heni Warianti yang terkenal membuka usaha aksesoris dan toko emas Garuda Rembang tersebut menjelaskan khasiat jamu multi fungsi, untuk berbagai macam penyakit. Proses perizinan masih berjalan, termasuk menggandeng calon investor dari China. Heni, selaku direktur utama perusahaan, memastikan sekira 25 orang pekerja pembuat limun dulu, tetap diberdayakan.

Manajer pemasaran, Herman Candi Negara menilai masuknya investor penting, agar mampu mengembangkan usaha, dari sisi permodalan, pangsa pasar dan tekhnologi. Kalau semua tahapan berjalan lancar, ia menargetkan produk jamu berbentuk kapsul, dengan merek OPC Pine Extract, Garuda Pine Extracts dan Pine Leaf Extract, akan semakin luas dikenal masyarakat, hingga ke manca negara.

Hari Jumat (21 Maret 2014), pihaknya sengaja mendatangkan seorang artis, warga negara Perancis, Carol Ann Tappaz, biasa disapa Divalia.

Saat jumpa pers di toko Ye Ye Collections Jl Pemuda Rembang, Divalia siap membantu memasarkan produk jamu asal Rembang ke berbagai negara.

Sejumlah wartawan kemudian diajak meninjau lokasi pabrik di desa Kemadu Kec. Sulang.

Aset bangunan masih memungkinkan untuk kegiatan operasional, meski harus banyak dirombak. Divalia sempat berharap agar keberadaan pabrik, kelak lebih mengoptimalkan potensi lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *