Flash News
No posts found

Terulang Lagi, Dislutkan Dituding Tidak Peduli

Nelayan menyelamatkan perbekalan buah buahan, setelah kapal mereka menabrak batu di sebelah timur TPI Tasikagung, Jumat pagi.

Nelayan menyelamatkan perbekalan buah buahan, setelah kapal mereka menabrak batu di sebelah timur TPI Tasikagung, Jumat pagi.

Rembang – Sebuah kapal nelayan yang akan berangkat melaut di sebelah timur dermaga pelabuhan Tasikagung Rembang, Jumat pagi (21 Maret 2014) nyaris karam, setelah membentur sisa batu proyek penataan pelabuhan.

Perahu tersebut milik H. Damani, warga desa Tasikagung Rembang. H. Damani bercerita rencananya kapal akan berangkat pada hari Sabtu besok. Seluruh perbekalan melaut telah diisi, mulai dari solar, es batu maupun bahan makanan.

Tapi ketika mencari lokasi sandar yang tepat, tak disangka dek kapal membentur material batu sisa proyek. Setelah berlubang, mengakibatkan posisi kapal miring. Para nelayan pontang panting mengeluarkan semua perbekalan, sehingga beban kapal berkurang. Mereka juga cepat melakukan penanganan sementara, untuk mencegah jangan sampai kapal karam.

H. Damani mengaku rugi Rp 200 juta rupiah lebih. Rencana melautpun dibatalkan, karena harus menunggu perbaikan kapal selama 1 bulan. Ia mempertanyakan upaya dari Dinas Kelautan Dan Perikanan. Mustinya batu yang tercecer di dalam laut, segera disisir dan dibersihkan, supaya jalur lalu lintas kapal aman.

Seorang pengurus kapal di desa Tasikagung, Sulat menyatakan peristiwa kapal bocor menghantam batu di timur TPI Tasikagung sudah sering terjadi. Pihaknya beberapa kali menyampaikan kepada perwakilan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) maupun dinas terkait. Tapi sayangnya belum ada penanganan serius. Kalau dibiarkan, bisa saja nelayan pindah ke TPI lain.

Sampai Jumat siang, belum ada tanggapan resmi dari Dinas Kelautan Dan Perikanan (Dislutkan). Namun belum lama ini, Kepala Dislutkan Kab. Rembang, Suparman sempat berjanji akan menindaklanjuti keluhan nelayan. Ia menghimbau bersabar, karena proyek di TPI Tasikagung masih terus berjalan. Begitu selesai, pasti kawasan dermaga kapal, akan dibersihkan dari bongkahan batu yang tidak pada tempatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *