Flash News
No posts found

Koordinasi Lemah, Relawan KPU Ditolak

Ketua Panwascam Sumber, Gunanto (kiri) melaporkan temuan sosialisasi Pemilu Legislatif kepada Panwaslu Kab. Rembang.

Ketua Panwascam Sumber, Gunanto (kiri) melaporkan temuan sosialisasi Pemilu Legislatif kepada Panwaslu Kab. Rembang.

Sumber – Pihak Panitia Pengawas Pemilu mengeluhkan kurangnya koordinasi, saat para relawan akan menggelar sosialisasi pencoblosan Pemilu Legislatif.

Di kecamatan Sumber misalnya. Hari Kamis, relawan dari KPU Kab. Rembang tiba tiba datang ke pasar Sumber dan SMAN Sumber, untuk memberikan sosialisasi. Tapi karena tidak hari pasaran, akhirnya batal. Begitu pula ketika masuk ke SMAN Sumber, relawan ditolak pihak sekolah, karena para guru merasa belum mendapatkan mandat dari kepala sekolah dan tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

Ketua Panitia Pengawas Kecamatan Sumber, Gunanto menjelaskan hal itu mustinya tidak sampai terjadi, kalau KPU berkoordinasi lebih dulu dengan panitia pemilihan kecamatan maupun Panwascam setempat, sehingga jadwal bisa tepat sasaran.

Menurutnya sosialisasi di pelosok pedesaan, sangat perlu. Jika berkaca pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah lalu, partisipasi pemilih masih rendah. Contohnya desa Jadi Kec. Sumber, dari total pemilih 1.400 an orang, yang menyalurkan hak suara kurang dari 400 orang. Jangan sampai terulang kembali dalam Pemilu Legislatif mendatang, hanya gara gara kurang sosialisasi. Gunanto melaporkan masalah tersebut kepada Panwaslu Kabupaten, Jumat siang (21 Maret 2014).

Menanggapi masukan itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum Kab. Rembang, Minanus Suud mengklaim pihaknya sudah mengirimkan surat pemberitahuan, tetapi memang belum ada jawaban. Khusus di sekolah, sosialisasi berlangsung saat siswa pulang. Kesulitannya, jadwal sering meleset, sehingga relawan penegak demokrasi harus menyusun jadwal ulang.

Terlepas dari semua itu, ia berjanji segera menata ulang model sosialisasi yang efektif, terutama menyasar untuk kalangan pemilih pemula.

Minanus Suud berharap sosialisasi jangan semata mata mengandalkan penyelenggara Pemilu.

Pihaknya menunggu peran pengurus partai politik dan tokoh masyarakat. Minimal dilingkungan keluarga, ketika sudah ada yang tahu kualitas Caleg dan tata cara pencoblosan, bisa ditularkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *