Flash News
No posts found

Ricuh, Lomba Dihentikan

Dua atlet pencak silat bertarung dalam lomba yang berlangsung di gedung Sanggar Budaya, Minggu pagi.

Dua atlet pencak silat bertarung dalam lomba yang berlangsung di gedung Sanggar Budaya, Minggu pagi.

Rembang – Kegiatan lomba pencak silat antar pelajar SMP – SMA se kabupaten Rembang di gedung Sanggar Budaya, Sabtu malam diwarnai kericuhan. Penonton dari kedua kubu beradu jotos, sehingga situasi sempat memanas.

Nuranto, selaku panitia pelaksana menjelaskan seusai pertarungan dua atlet, tiba tiba kericuhan mulai terjadi. Tak jelas apa penyebabnya, diduga antar penonton saling ejek. Ia memastikan yang terlibat ketegangan, bukan atlet maupun official pencak silat. Perkelahian akhirnya bisa mereda, setelah petugas Satpol PP dan aparat kepolisian tiba.

Meski demikian, perlombaan terpaksa dihentikan sekira pukul 21.00 wib, padahal menurut rencana, baru selesai tengah malam. Nuranto menimpali perlombaan dilanjutkan kembali Minggu pagi (23 Maret 2014). Jika muncul keributan lagi, pertandingan akan langsung dihentikan.

Lomba yang digelar rutin setiap tahun oleh Dinbudparpora bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) tersebut, kali ini diikuti sekira 320 an pelajar. Tanggal 25 Maret nanti, dilanjutkan lomba pencak silat untuk tingkat SD.

Salah satu peserta lomba pencak silat asal desa Kragan Kec. Kragan, Muchdi Madafiqia mengaku senang bisa ikut ambil bagian.

Berbulan bulan ia melakukan persiapan menempa fisik. Meski persaingan sangat ketat, namun siswa yang biasa disapa Fiqi ini berusaha tampil sebaik mungkin.

Sejumlah peserta lain mengaku meski mewakili sekolah, namun atribut pencak silat yang dipakai atlet, sering mencantumkan logo perguruan, sehingga rawan menimbulkan fanatik berlebihan.

Ada banyak perguruan pencak silat, semisal Setia Hati Teratai, Persinas Asad, Tapak Suci, Sari Cempaka Putih, Pagar Nusa dan Ikspi kera sakti. Mereka berharap kedepan peserta mengenakan logo IPSI saja, untuk meminimalkan konflik di luar arena. Bagaimanapun tujuan kegiatan akhirnya bermuara demi kemajuan cabang olahraga pencak silat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *