Flash News
No posts found

Jembatan Putus, Belum Tersentuh Pemerintah

Seorang warga desa Pengkol Kec. Kaliori melintasi jembatan darurat terbuat dari bambu.

Seorang warga desa Pengkol Kec. Kaliori melintasi jembatan darurat terbuat dari bambu.

Kaliori – Jembatan yang putus di desa Pengkol Kec. Kaliori, gara gara diterjang banjir sekira 2 bulan lalu, sampai hari Senin (24 Maret 2014) belum ada tanda tanda akan diperbaiki.

Jembatan berukuran 7 x 3 meter tersebut, kini tidak tersisa lagi. Pihak desa setempat, kemudian menggantinya dengan jembatan bambu selebar 1 meter, hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Sedangkan mobil maupun truk, lewat jalur lain yang ada di desa Pengkol.

Seorang warga desa Pengkol, Kartono menjelaskan waktu itu banjir besar, air sampai memenuhi badan jembatan. Lama kelamaan pondasi terkikis, akhirnya jembatan ambruk.

Ia menganggap keberadaan jembatan penting bagi masyarakat, terutama untuk mempersingkat waktu menuju Kuangsan – Nganguk – Rembang. Beruntung satu jembatan lainnya di sisi barat masih bisa dilalui, sehingga tidak begitu merepotkan. Meski demikian Kartono berharap pemerintah menangani. Termasuk kalau ada proyek swa kelola, mungkin dana langsung diserahkan kepada desa, agar kualitasnya lebih bagus.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, Suharso mengatakan pihaknya akan mendata ulang jembatan putus di desa Pengkol. Setelah itu membuat telaah, untuk dilaporkan kepada bupati. Terkait kapan diperbaiki, ia sulit memperkirakan, karena harus menyesuaikan kesiapan anggaran.

Suharso menambahkan BPBD selalu berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, agar pemeliharaan dan peningkatan mutu jembatan, tidak terjadi tumpang tindih. Cukup banyak laporan kerusakan sarana fisik, nantinya akan ditangani bertahap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *