Flash News
No posts found

Tegang, Pemindahan Gagal Lagi

Sebuah papan larangan terpasang di pinggir dermaga, timur TPI baru. (Gambar atas) Anggota TNI AL berembug dengan seorang pengurus kapal di TPI lama.

Sebuah papan larangan terpasang di pinggir dermaga, timur TPI baru. (Gambar atas) Anggota TNI AL berembug dengan seorang pengurus kapal di TPI lama.

Rembang – Rencana pemindahan kegiatan lelang dari tempat pelelangan ikan (TPI) selatan ke TPI baru di Pelabuhan Tasikagung Rembang, Senin pagi (24 Maret 2014) kembali gagal. Bahkan situasi sempat tegang, karena sejumlah nelayan, bakul dan pengurus kapal nekat membuka portal penutup, untuk menghalangi pelelangan menuju TPI lama.

Nelayan sempat berhadap hadapan dengan petugas gabungan, TNI Angkatan Laut, polisi dan Satpol PP. Beruntung tidak sampai terjadi bentrok fisik.

Onli Dwiyono, seorang pengurus kapal asal desa Tasikagung Rembang menganggap Dinas Kelautan Dan Perikanan kurang peka terhadap tuntutan warga. Ia mencontohkan banyaknya batu sisa proyek di dalam laut dekat dermaga, belum dibersihkan. Onli tak ingin dipaksa bersandar, tetapi akhirnya kapal bocor dan terancam karam. Mustinya dipastikan dulu tingkat keamanan, agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari.

Hal senada diungkapkan pengurus kapal lainnya, Sadat. Ia mendesak tempat sandar kapal mini porsin, jangan ditempati kapal cantrang.

Selama belum steril, sadat tetap akan mengarahkan bertahan di TPI lama. Ikan dijual kepada pedagang luar, tanpa melalui lelang.

Kepala TPI Tasikagung, Tukimin mengaku jika tuntutan nelayan mini porsin seputar tempat sandar kapal, ia menunjukkan sudah memberikan ruang yang memadai dan telah mengatur batas batasnya dengan kapal cantrang. Panjang dermaga sekira 100 meter, menurutnya sudah leluasa.

Ia berpendapat kalau tidak ada lelang, harga ikan rawan anjlok. Begitu pula dengan pembayaran dari bakul, dikhawatirkan semakin tersendat, tanpa kontrol yang jelas, pada akhirnya merugikan nelayan sendiri.

Komandan Pos Angkatan Laut Rembang, Letda Hartono mengaku permintaan nelayan sebenarnya telah dipenuhi secara bertahap. Ia heran kenapa masih saja terjadi penolakan. Pihaknya menduga ada sebab lain, agar lelang tetap di lokasi lama.

Letda Hartono menimpali pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Kelautan Dan Perikanan, untuk kembali duduk bersama, mencari solusi terbaik. Apalagi kondisi ini merupakan kali kedua, setelah kegagalan pindah bulan November 2013 lalu. Yang jelas TNI AL ingin memfasilitasi masalah cepat selesai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *