Flash News
No posts found

Pindah, Nelayan Ingatkan Bibit Ketegangan Musim Timuran

Pelelangan ikan di bangunan TPI baru, Kamis pagi.

Pelelangan ikan di bangunan TPI baru, Kamis pagi.

Rembang – Nelayan, bakul dan pengurus kapal mini purse sine, hari Kamis (27 Maret 2014) mulai melelangkan ikan hasil melaut, di tempat pelelangan ikan (TPI) baru sebelah utara, di pelabuhan Tasikagung Rembang, setelah sempat berulang kali menolak pindah.

Seorang nelayan kapal cantrang asal Tasikagung, Rofi menuturkan memang saat ini tidak ada masalah, karena jumlah kapal mini purse sine yang membongkar ikan, masih sedikit. Tapi kalau nantinya sudah memasuki musim ombak timuran, aktivitas bongkar muat kapal mini purse sine semakin membludak dan rawan terjadi saling berebut tempat bersandar dengan anak buah kapal (ABK) cantrang. Belum bersihnya area dermaga dari batu dan bambu sisa proyek, mengakibatkan kondisi semrawut dan bisa saja menimbulkan ketegangan, kalau tidak segera diantisipasi sekarang.

Nelayan asal Batang, Wahyono mengaku sering melelangkan ikan ke TPI Tasikagung, lantaran harga ikan lebih mahal, dibandingkan TPI Batang. Ia juga mendukung lokasi baru, karena jaraknya dekat dengan dermaga.

Kepala Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tasikagung, Tukimin menjelaskan pada hari pertama lelang di TPI baru, tercatat 14 kapal membongkar ikan. Ia menyadari belum langsung sempurna, tapi berbagai kekurangan, akan diatasi secara bertahap. Termasuk ceceran batu sisa proyek, nantinya akan ditambah semacam rambu bendera, agar kapal tidak karam menabrak batu. Sedangkan bangunan TPI lama, menurut rencana difungsikan sebagai tempat pemindangan ikan.

Sementara itu Komandan Pos Angkatan Laut Rembang, Letda Hartono memastikan pihaknya siap melakukan penyelaman di sekitar dermaga pelabuhan, untuk mencari di titik mana saja yang terdapat batu sisa proyek. Kalau ada data akurat, diharapkan mempermudah upaya pembersihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *