Flash News
No posts found

“Sampai Mati, Tak Akan Saya Jual…”

Seorang petani desa Tegaldowo Kec. Gunem, menancapkan tulisan menolak menjual sawah untuk kepentingan pabrik semen maupun tambang.

Seorang petani desa Tegaldowo Kec. Gunem, menancapkan tulisan menolak menjual sawah untuk kepentingan pabrik semen maupun tambang.

Gunem – Sejumlah warga desa Tegaldowo Kec. Gunem, hari Kamis (27 Maret 2014) menancapkan papan tulisan di sawah mereka, yang intinya tidak akan menjual tanah untuk keperluan pembangunan pabrik semen maupun lokasi penambangan.

Samiono, seorang warga desa Tegaldowo mengatakan saat musim penghujan sawah ditanami padi, belakangan petani mulai bercocok tanam jagung. Ada pula lahan berupa tegalan jati. Selama beberapa tahun terakhir, tetangganya sudah banyak yang menjual lahan, dengan harga bervariasi, rata rata Rp 25 – 30 ribu per meter persegi.

Meski dibayar tinggi, sampai matipun, dirinya tidak akan menjual sawah, karena sejak awal menentang rencana pendirian pabrik semen.

Petani Tegaldowo lain, Samin mengungkapkan sawah yang dipasangi tulisan, berada di selatan kampung, dekat perbukitan batu kapur. Ia juga enggan menjual sawah, dengan alasan untuk warisan anak cucu kelak. Apalagi sektor pertanian telah menjadi gantungan hidup masyarakat. Begitu terpasang tulisan semacam itu, Samin tidak perlu repot repot melayani calo hingga bos bos besar yang ingin bernegosiasi menawar harga tanah.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia, Agung Wiharto sebelumnya menegaskan pihaknya menugaskan tim khusus pengadaan lahan, pada tahap pertama paling tidak mampu membebaskan tanah seluas 200 hektar. Ia tidak hafal sejauh mana perkembangannya, tetapi sudah mendekati target yang dibutuhkan.

PT Semen Indonesia tidak pernah memaksa pemilik tanah. Transaksi jual beli berlangsung sebagaimana mustinya, berdasarkan keikhlasan. Kalau ada warga menolak, ia menghargai keputusan tersebut. Tapi Agung memastikan pabrik semen akan tetap direalisasikan secepatnya, kemungkinan tahun 2014 ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *