Flash News
No posts found

Bahaya, Seragam KPPS Ditanggung Keluarga Caleg

Bahan kain batik untuk seragam KPPS difoto oleh Panwaslu Kab. Rembang.

Bahan kain batik untuk seragam KPPS difoto oleh Panwaslu Kab. Rembang.

Rembang – Seragam anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) sejumlah desa di kecamatan Rembang Kota, diduga berasal dari salah satu keluarga calon legislatif. Seragam nantinya akan dipakai saat hari H pencoblosan, 09 April mendatang.

Sampai hari Jumat (28 Maret 2014), Panitia Pengawas Pemilu Kab. Rembang menemukan hal itu di 5 tempat pemungutan suara Kelurahan Leteh Rembang. Tapi terindikasi hampir 10 desa di kecamatan Rembang Kota mendapatkan seragam dari “pemodal” yang sama. Untuk temuan 5 TPS, sudah dikroscek, jenis kain batik dan motifnya sama persis, sedangkan sisanya dalam tahap penelusuran. Bahkan ketika dicek ke tukang jahit yang mengerjakan seragam KPPS tersebut, sebagian sudah diambil, ada pula yang masih dalam proses pemotongan kain.

Ketua Panwaslu Kab. Rembang, Mukhlis Ridho menganggap kondisi itu sangat berbahaya dan rawan mempengaruhi independensi kelompok penyelenggara pemungutan suara, sebagai pelaksana Pemilu ditingkat paling bawah. Dalam aturan kode etik KPPS tegas dicantumkan, KPPS harus memenuhi asas mandiri dan adil. Ketika menerima bantuan seragam baju dari salah satu Caleg, maka sudah melanggar kode etik. Pihaknya hari Jumat mengirimkan surat rekomendasi kepada Komisi Pemilihan Umum Kab. Rembang, untuk menolak bantuan baju. Kalau ternyata sudah menerima, wajib dikembalikan.

Komisioner KPU Kab. Rembang, M Salam berjanji akan menelaah rekomendasi dari Panwaslu.

Jika benar temuan itu, pihaknya siap menindaklanjuti. Ia juga menghimbau penyelenggara Pemilu di tataran panitia pemilihan kecamatan (PPK), panitia pemungutan suara (PPS) hingga KPPS untuk menjaga netralitas.

Kami sempat mengecek langsung ke lokasi pembuatan seragam KPPS di tukang jahit desa Sumberejo dan timur Kodim Rembang.

Seorang penjahit mengaku hanya melayani pesanan, tentu tak bisa menelisik sejauh itu, apakah dari keluarga Caleg atau bukan. Yang penting pakaian jadi tepat waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *