Flash News
No posts found

Gagal Taklukkan Dusun Terpencil, Semakin Penasaran

Tiga pelajar SMAN II Rembang yang sempat akan mendatangi dusun Ngotoko. (Gambar atas) siswi melewati jalan tanah berbatu menuju dusun Ngotoko.

Tiga pelajar SMAN II Rembang yang sempat akan mendatangi dusun Ngotoko. (Gambar atas) siswi melewati jalan tanah berbatu menuju dusun Ngotoko.

Bulu – Tiga orang siswi SMAN 2 Rembang mencoba mendatangi dusun Ngotoko desa Pasedan Kec. Bulu, sebuah dusun paling terpencil di kabupaten Rembang. Mereka semula merasa penasaran terhadap dusun Ngotoko, sehingga ketika memperoleh tugas penelitian untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, ketiganya langsung memutuskan mengambil topik tersebut. Tapi banyak rintangan alam yang menghadang, hingga rencana penelitianpun gagal. Bagaimana kisahnya, kami hadirkan dalam laporan berikut ini.

Adalah Ayu Kurnia, Gita Rizqi dan Asna Dwi Puspitasari, siswi kelas 11 IPA 1 SMAN 2 Rembang. Tugas penelitian ke dusun Ngotoko diawali dengan menempuh perjalanan, naik sepeda motor. Tapi lantaran sehabis hujan deras, motor terpaksa dititipkan ke rumah warga desa Pasedan. Setelah itu, siswi warga desa Tasikharjo, Mojowarno Kec. Kaliori dan Mondoteko Rembang ini berjalan kaki menuju dusun Ngotoko. Hampir 2 jam berjalan kaki, sebenarnya tinggal sebentar lagi akan sampai. Tapi mendadak penyakit asma Gita Rizqi kambuh, meski sudah berulang kali beristirahat. Khawatir kondisinya memburuk, apalagi tidak membawa bekal makan dan minum, mereka memilih balik ke Rembang.

Gita Rizqi mengatakan jadwal kunjungan kedua disusun ulang. Lagi lagi ketika akan berangkat, cuaca buruk kembali melanda. Pertimbangan susahnya jalan berbatu dan sepinya suasana tengah hutan, niat ke dusun Ngotokopun diurungkan. Menurutnya memang sangat disayangkan, tapi mungkin belum saatnya bisa menembus dusun yang berada di perbukitan perbatasan kabupaten Rembang dan Blora itu.

Rekannya, Ayu Kurnia mengatakan setelah gagal masuk Ngotoko, kemudian beralih topik lain, mengangkat khasiat tanaman anting anting untuk mengobati penyakit diare.
Meski demikian ia menjadi tahu ternyata di kabuaten Rembang ada wilayah sangat terpencil, seperti layaknya pedalaman Papua. Jalan buruk dan belum ada penerangan listrik PLN. Ayu berharap kedepan pemerintah lebih memperhatikan sarana infrastruktur di daerah tersebut.

Siswa SMAN 2 Rembang lainnya, Asna Dwi Puspitasari ikut menimpali meskipun misi penelitian gagal, namun ia memperoleh pelajaran berharga dari dusun Ngotoko. Anak anak sekolah dasar di sana tetap bersemangat mengenyam pendidikan, berjalan kaki dari dusun Ngotoko ke desa Pasedan, sejauh 3 kilo meter. Asna bersyukur tinggal di kawasan perkotaan, dengan akses cukup mudah dan sarana transportasi memadai.

Asna, Gita maupun Ayu masih menyimpan rasa penasaran. Suatu saat nanti, ingin mengajak teman temannya yang lain melihat langsung suasana masyarakat dusun Ngotoko desa Pasedan Kec. Bulu. Konon kabarnya instalasi kabel listrik dalam rumah mulai dipasang petugas PLN, tetapi belum aktif beroperasi, sambil menunggu kelengkapan jaringan tiang listrik.

Siswa berharap ikut merasakan kegembiraan bersama warga, untuk kali pertama dusun itu terbebas dari lampu teplok dan suasana gelap gulita.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *