Flash News
No posts found

Terminal Tak Perlu Dipindah, Alasan ?

Bus masuk Terminal Rembang. (Gambar atas) sejumlah calon penumpang menunggu kedatangan bus di dekat pos petugas terminal Rembang.

Bus masuk Terminal Rembang. (Gambar atas) sejumlah calon penumpang menunggu kedatangan bus di dekat pos petugas terminal Rembang.

Rembang – Pemerintah kabupaten Rembang belum ada rencana serius untuk memindah kawasan terminal bus, di sebelah utara Alun Alun kota Rembang.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi Dan Informatika Kab. Rembang, Suyono menjelaskan kalaupun harus dipindah, ia berpendapat tidak perlu dinaikkan statusnya, dari terminal tipe B ke tipe A. Biar tetap bertahan tipe B, karena harus menyesuaikan dengan kebutuhan alur transportasi.

Dua lokasi sempat dikaji, yakni sekitar Perempatan Galonan Rembang dan di desa Banyudono Kec. Kaliori. Pemerintah tidak mempunyai aset tanah di dua titik tersebut, maka perlu pengadaan lahan baru. Hal itu yang butuh anggaran besar, kalau sekedar untuk membangun terminal, kemungkinan menyedot dana Rp 2 – 3 miliar. Suyono menimpali Dishubkominfo tidak terlalu berfikir terminal bus, tetapi justru memprioritaskan penambahan terminal atau pangkalan truk, karena lebih efektif mengurangi kesemrawutan parkir di jalur Pantura.

Anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Rembang, Puji Santoso mengusulkan terminal bus tetap berada di lokasi sekarang, utara Alun Alun. Fasilitasnya saja yang dilengkapi, termasuk tempat peneduh untuk calon penumpang.

Ia khawatir kalau dipindah ke pinggiran kota, terminal akan semakin sepi. Puji juga tidak sependapat pembangunan terminal baru dengan kondisi lebih besar, karena penumpang di Rembang rata rata hanya tertuju pada satu titik, bukan daerah pembagi, seperti Solo, Semarang atau Surabaya.

Bus hanya lewat dan numpang transit saja. Contohnya terminal Tuban Jawa Timur, dibangun megah, menghabiskan dana sangat besar, tetapi sekarang tidak berfungsi optimal.

Puji Santoso menambahkan kedepan yang perlu diprioritaskan adalah jalur lingkar selatan, antara desa Tireman – Ngotet – Sendangagung – Banyudono – Pantura. Jalan lingkar penting, untuk mengurangi kesemrawutan lalu lintas Pantura dalam kota. Kebetulan Kab. Kudus dan Pati sudah punya jalan lingkar. Pemkab Rembang perlu memperbanyak lobi ke tingkat pusat, agar turun anggaran untuk pembuatan jalur lingkar Rembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *