Flash News
No posts found

Terkatung Katung, Warga Dan Ketua DPRD Bereaksi

Seorang warga desa Kadiwono Kec. Bulu, menguruk jalan berlubang di ruas Rembang – Blora.

Seorang warga desa Kadiwono Kec. Bulu, menguruk jalan berlubang di ruas Rembang – Blora.

Rembang – Perbaikan jalan provinsi yang rusak, sampai hari Sabtu (29 Maret 2014) masih terkatung katung. Ada dua jalur di kabupaten Rembang, termasuk tanggungan pemerintah provinsi Jawa Tengah, yakni jalan Rembang – Blora dan jalan Lasem – Pamotan – Jatirogo.

Kerusakan dibiarkan semakin parah. Bahkan di ruas jalan Rembang – Blora, warga sekitar sudah berulang kali turun sendiri, menambalnya dengan tanah. Saat hujan deras, jalan bertambah licin, begitu cuaca panas, jalan menjadi berdebu.

Seorang pengguna jalan, Ahmad Mukhayat mengatakan beberapa kali melintas jalur Rembang – Blora pada malam hari. Meski sudah melaju pelan, tapi masih saja nyaris terjatuh, gara gara ban motornya masuk ke lubang sedalam 20 centi meter. Beruntung, tidak ada kendaraan dari arah berlawanan.

Warga desa Lambangan Wetan Kec. Bulu ini heran, kenapa jalan rusak bertahun tahun, belum ada penanganan serius.

Ketua DPRD Rembang, Sunarto juga menyoroti masalah lambannya perbaikan jalan provinsi.

Ia berharap dana pemeliharaan dianggarkan setiap tahun, dengan nominal lebih besar. Kalau kesulitan mencari pekerja, bisa saja mengoptimalkan tenaga warga sekitar jalan rusak.

Sunarto menambahkan jalan Rembang – Blora merupakan akses strategis. Pengangkutan keluar masuk alat alat berat tambang minyak Blok Cepu sering memanfaatkan ruas jalan tersebut. Apalagi dalam waktu dekat ini, pabrik semen di kecamatan Gunem akan mulai dibangun. Kalau jalan masih rusak, dirinya khawatir menghambat roda perekonomian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *