Flash News
No posts found

3 Penyelam Alam Dikerahkan

Seorang nelayan menuju dermaga pelabuhan Tasikagung, dengan menggunakan ban bekas.

Seorang nelayan menuju dermaga pelabuhan Tasikagung, dengan menggunakan ban bekas.

Rembang – Pelaksana proyek pengembangan Pelabuhan Tasikagung Rembang, mengerahkan tiga orang penyelam, untuk mendeteksi ceceran batu sisa proyek di dasar laut. Semuanya merupakan penyelam alam, mereka menggunakan peralatan kompresor, untuk bantuan pernafasan. Setelah mengetahui titik batu, langsung diberi tanda.

Komandan Pos Angkatan Laut Rembang, Letda Hartono menjelaskan sampai dengan Sabtu sore, kegiatan penyelaman masih berlangsung. Jumlah batu memang sangat banyak, sehingga kalau tidak diberi tanda, akan membahayakan lalu lintas kapal. Beberapa kapal sebelumnya sempat karam, karena bagian dek bawah menabrak batu.

Letda Hartono mengaku tak masalah TNI Angkatan Laut tidak dilibatkan langsung dalam penyelaman. Kemampuan penyelam alam sama sama mumpuni, yang terpenting bisa bermanfaat untuk kepentingan nelayan dan jangan sampai terjadi kapal tenggelam lagi. Setelah selesai penyelaman, operator alat berat siap mengeruk batu batu tersebut, kemungkinan pada hari Selasa, tanggal 01 April 2014.

Sementara itu, Rohmat, salah satu anak buah kapal mini purse sine dari Kragan berharap pembersihan batu sisa proyek dipercepat. Sesuai aturan, anak buah kapal mini purse sine hanya boleh bongkar ikan, maksimal pukul satu siang. Begitu rampung, kapal wajib mencari tempat sandar ke lokasi lain, menjauh dari dermaga. Pukul satu siang sampai malam hari, giliran jatahnya ABK kapal cantrang.

Kalau steril dari batu, Rohmat memastikan kapal lebih leluasa mencari tempat sandaran. Mayoritas sekarang berada di sisi timur dermaga, untuk mengantisipasi kuatnya arus dari arah barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *