Flash News
No posts found

Geber Sosialisasi Netralitas Dan Coblosan

Seorang pemilih keluar bilik suara, dalam kegiatan simulasi Pemilu Legislatif di Rembang, baru baru ini.

Seorang pemilih keluar bilik suara, dalam kegiatan simulasi Pemilu Legislatif di Rembang, baru baru ini.

Rembang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kab. Rembang langsung merespon surat rekomendasi Panitia Pengawas Pemilu, yang menemukan adanya anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di kecamatan Rembang Kota, diduga menerima baju seragam dari salah satu keluarga calon legislatif.

Komisioner KPU Kab. Rembang, Nurul Muasiroh saat program talk show di radio R2B, Sabtu malam menegaskan penyelenggara Pemilu, mulai jajaran KPU, Panitia Pemilihan Kecamatan, Panitia Pemungutan Suara hingga anggota KPPS, dilarang menerima pemberian uang atau barang dari Caleg secara langsung maupun tidak langsung. Hal itu dikhawatirkan mempengaruhi integritas dan netralitas. Ia menghimbau masyarakat aktif melapor kalau ada kejadian semacam itu, supaya KPU Kab. Rembang cepat menindaklanjuti.

Selain menyinggung netralitas penyelenggara Pemilu, Nurul lebih banyak memberikan sosialisasi tata cara pencoblosan yang benar. Setiap pemilih nantinya berhak memperoleh 4 jenis surat suara, masing masing DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPR Pusat dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Surat suara dianggap sah, apabila coblosan berada di nama Caleg, gambar partai politik dan khusus DPD di dalam kolom gambar calon.

Nurul Muasiroh menambahkan dari sisi jumlah parpol, sebenarnya Pemilu tahun ini lebih sedikit, dibandingkan Pemilu 2009. Meski demikian tetap saja sebagian pemilih yang berusia lanjut akan mengalami kesulitan, kalau tidak diberi informasi secara detail.

Sedangkan untuk pemilih penyandang tuna netra, KPU Kab. Rembang menyiapkan formulir agar mereka bisa didampingi, karena jumlah surat suara berhuruf braille, sangat terbatas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *