Flash News
No posts found

Tak Risaukan Serbuan Cuaca Ekstrem

Petani di desa Pragu Kec. Sulang membuat tempat pembenihan tembakau.

Petani di desa Pragu Kec. Sulang membuat tempat pembenihan tembakau.

Sulang – Para petani sejumlah desa di kecamatan Sulang, mulai menebar benih tembakau untuk menyiapkan masa tanam. Mereka tidak terlalu mengkhawatirkan kemungkinan serbuan cuaca ekstrem, sewaktu waktu curah hujan meningkat.

Ramuntoni, seorang petani desa Pragu kecamatan Sulang menjelaskan di desanya, 90 persen petani sudah selesai menebar benih tembakau. Jika merunut kondisi cuaca pada bulan Januari tahun 2013 lalu, kala itu curah hujan sangat rendah. Kemudian bulan Januari tahun ini, curah hujan melambung tinggi, sehingga dikalangan petani meramalkan musim kemarau pada tahun 2014 akan lebih panjang. Ramuntoni berharap hasil panenan kian menguntungkan, karena sektor tembakau telah menjelma sebagai andalan sumber penghasilan, ketika musim kemarau.

Petani tembakau lainnya, Ahmad Fauzi menuturkan seusai membuat bedengan, bibit tembakau cepat tumbuh. Tiap pagi, siang dan sore rutin disirami. Begitu melebihi masa 40 hari, bibit siap tanam. Fauzi memprediksi cuaca panas belakangan ini, akan berdampak baik terhadap pertumbuhan tembakau.

Kepala Dinas Pertanian Dan Kehutanan Kab. Rembang, Suratmin mengatakan sebagian besar petani tembakau merupakan pemain lama. Kalau gangguan hujan yang menimbulkan serangan hama ulat, petani sudah berpengalaman mengatasi.

Sementara itu penanaman tembakau di kabupaten Rembang masih dipegang oleh perusahaan PT Sadana Arif Nusa. Luas tanaman terus meningkat. Saat kali pertama tahun 2010 lalu, hanya 79 hektar dengan jumlah produksi 32 ton, sedangkan tahun 2013 luas tanaman sekira 1.200 an ton dengan jumlah produksi melambung hingga 1.425 ton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *