Flash News
No posts found

“Kami Susah Tidur, Mereka Tetap Beroperasi….”

Pabrik penggilingan batu putih PT OMYA di desa Wonokerto Kec. Sale.

Pabrik penggilingan batu putih PT OMYA di desa Wonokerto Kec. Sale.

Sale – Sejumlah warga di desa Wonokerto kecamatan Sale memprotes beroperasinya pabrik penggilingan batu putih milik PT OMYA, di pinggir jalan raya desa Wonokerto. Mereka menduga aktivitas pabrik selama 24 jam non stop. Akibatnya warga yang tinggal di dekat lokasi pabrik, merasa terganggu, terutama pada malam hari.

Sudjito, seorang warga desa Wonokerto Kec. Sale menuturkan sering kali mendengar suara berisik, ketika batu ditumpahkan masuk ke alat penggilingan. Apalagi saat pabrik kejar target, gangguan seperti itu seakan akan tidak mengenal waktu. Ia biasa terbangun pada tengah malam atau bahkan dini hari, gara gara suara gerojokan batu. Sudjito beberapa kali menyampaikan masalah tersebut kepada perangkat desa, agar nantinya difasilitasi pertemuan. Ia berharap pabrik membatasi jam operasional, karena lokasinya berdekatan dengan permukiman penduduk.

Salah satu perangkat desa Wonokerto kecamatan Sale, Suntoro mengakui sudah sering menerima keluh kesah masyarakat. Bukan hanya gangguan suara, tapi juga kepulan debu seperti kabut, sisa produksi rawan mengakibatkan polusi udara. Pemerintah desa sendiri masih bingung untuk melangkah, karena sempat mendengar informasi bupati Rembang, Moch. Salim juga mempunyai saham di perusahaan tersebut. Entah benar atau tidak, namun kabar itu membuat masyarakat belum melancarkan aksi protes secara terbuka.

Muhammad Rouf, seorang warga setempat menganggap suatu saat warga tetap berupaya menemui langsung manajemen pabrik. Mungkin kalau anggota Badan Permusyawaratan Desa BPD Wonokerto sudah dilantik, masyarakat akan mulai bergerak.

Sementara itu seorang pekerja PT OMYA Indonesia Wonokerto yang enggan disebutkan namanya menuturkan sudah mendengar protes warga. Ia sebatas menjawab masalah pembatasan jam penggilingan batu dan langkah penanganan, semua merupakan wewenang pimpinan perusahaan.

Jika melihat rekam jejak PT OMYA, berdasarkan data di Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Kab. Rembang, perusahaan itu masuk kategori investor asing. Pada tahun 2012, nilai investasinya di kabupaten Rembang, mencapai Rp 48 miliar lebih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *