Flash News
No posts found

Dikecam, Penutupan Pintu Kantor

Sejumlah oknum PNS asyik bermain tenes meja di lorong lantai dasar kantor Bupati Rembang. Gambar diambil pada hari Jumat (04 April 2014) pukul 08.56 wib.

Sejumlah oknum PNS asyik bermain tenes meja di lorong lantai dasar kantor Bupati Rembang. Gambar diambil pada hari Jumat (04 April 2014) pukul 08.56 wib.

Rembang – Sejumlah warga mengecam kebiasaan sejumlah pegawai negeri sipil yang bermain tenes meja di lorong lantai dasar kantor Bupati Rembang pada jam kerja. Parahnya lagi, pintu kantor dekat ruangan Bagian Kesra dan Bagian Pengendalian Program justru ditutup, sehingga sebagian masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan, memilih kembali pulang, gara gara mengira kantor tutup.

M. Rouf, seorang warga desa Wonokerto Kec. Sale menuturkan waktu itu pada hari Jumat, sekira pukul 09.00 pagi berniat akan ke Bagian Kesra, untuk mengurus sebuah keperluan. Tapi begitu tiba di depan pintu masuk lantai dasar, melihat pintu tertutup rapat. Ia hanya melongok dari balik jendela, ternyata pegawai yang bermain tenes meja tidak merespon sama sekali. Rouf mengira ada perlombaan tenes meja antar pegawai, karena suasananya cukup ramai. Dirinya terpaksa membatalkan niat masuk kantor Bupati, kemudian datang pada lain hari.

Rouf menganggap sangat tidak pantas fasilitas publik milik masyarakat, digunakan seenaknya bermain tenes meja seperti itu. Akan lebih baik, arena tenes meja di luar kantor dan jangan berlangsung saat jam kerja. Menurutnya tanpa kepedulian pimpinan pembina kepegawaian, agak sulit diatasi.

Menanggapi keluhan tersebut, Sekretaris Daerah Rembang, Hamzah Fathoni mengatakan khusus hari Jumat, mustinya para pegawai berolahraga dari pukul 07.00 sampai dengan 08.00 pagi. Setelah itu mereka harus bekerja lagi melayani masyarakat.

Ia berjanji akan mengingatkan kegiatan tenes meja di lantai dasar kantor Bupati. Bukan bertujuan melarang olahraga, melainkan agar tahu aturan waktu.

Sebelumnya, masalah tenes meja pada jam kerja ini pernah menjadi bahan sorotan di jejaring sosial facebook, beberapa waktu lalu. Komentar dari sejumlah pemilik akun beragam. Sebagian besar memprotes, tapi ada pula yang menganggap wajar, asalkan tugas tugas kantor sudah diselesaikan. Namun sayangnya, kecaman pintu ditutup, seakan akan dianggap angin lalu.

7 Komentar

  1. Kathrin

    Satu kata saja, MEMALUKANNNNNNN!!!!

  2. Wong Pamotan

    Waduh waduh waduh, tenes meja yo tenes meja pak…tapi lawange ojo ditutup, isih ditutupi korden sisan.

    Karepe jenengan ben bola tenes mejane ora metu ngono ah, tapi eling jenengan dibayar rakyat untuk bekerja. Yen rakyate arep teko golek pelayanan, dadine mulih. Yo pantese gajine diSTOP saja sebagai sanksi setimpal. Pak Sekda berani kagak ? Tidak mungkin berani.

  3. Joyo Noto

    DASAR PEGAWAI NDABLEG

  4. Intelijen Pemkab

    Yang paling ujung kiri pegawai Bagian Tata Pemerintahan, ujung kanan meski hanya terlihat separuh, pegawai Bagian Kesra. Sayangnya dua lagi tidak nampak ya ? sulit mengidentifikasi pak admin….karena lagi lagi ditutupi pake papan..isih bejo.

  5. Budi H

    Maafkan mereka, mungkin lagi menghadapi masalah keluarga di rumah, sehingga melampiaskan lewat tenes meja tertutup…

  6. BERTRAND

    Ora menungso !!!! bayaran njaluk akeh kerjo ora becus,,!!!!

  7. Intelejen Sipil

    yang komentar lucu-lucu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *