Flash News
No posts found

“Mereka Malas, Tidak Menghormati Masa Tenang…”

Bendera PDI Perjuangan masih menancap di atas pohon, pinggir jalan desa Sawahan Rembang, Minggu pagi. (gambar atas) atribut kampanye Caleg marak di sekitar gedung haji, Jl Pemuda.

Bendera PDI Perjuangan masih menancap di atas pohon, pinggir jalan desa Sawahan Rembang, Minggu pagi. (gambar atas) atribut kampanye Caleg marak di sekitar gedung haji, Jl Pemuda.

Rembang – Memasuki masa tenang Pemilu Legislatif, alat peraga kampanye di kabupaten Rembang masih banyak yang terpasang, Minggu pagi (06 April 2014).

Atribut kampanye yang masih bertebaran, seperti di pinggir jalan Pemuda, Kartini, MH Thamrin dan beberapa ruas jalan lainnya dalam kota Rembang. Kemudian sepanjang jalur Pantura Lasem – Sarang, juga tak kalah semrawut.

Hampir semua partai politik melanggar ketentuan masa tenang, yang mustinya hari Minggu sudah bersih dari berbagai alat peraga kampanye. Paling mendominasi, atribut milik calon legislatif DPRD Kabupaten dan DPR RI.

Diduga tim sukses mereka malas mencopoti, karena belum memperoleh anggaran. Bayaran yang diterima selama ini hanya untuk pemasangan atribut saja.

Ketua Panwas Kecamatan Rembang Kota, Emed Kurniawan membenarkan dugaan tersebut. Apalagi sering ada kecenderungan Caleg lebih senang menggantungkan tim gabungan petugas Satpol PP dan Panitia Pengawas Pemilu, melakukan penertiban. Hal itu sangat disayangkan, karena tidak menghormati masa tenang antara tanggal 06 – 08 April 2014.

Emed Kurniawan menambahkan Panwaslu Kab. Rembang, pada hari Minggu memberikan toleransi kepada Caleg maupun pengurus partai politik, mencopoti alat peraga kampanye masing masing. Jika membandel, hari Senin (07 April 2014), tim gabungan baru akan turun tangan. Karena jumlah alat peraga kampanye cukup banyak, tim harus bekerja ekstra keras. Harapannya pada hari pencoblosan tanggal 09 April, bisa lebih bersih.

Terkait alat peraga kampanye yang berada di depan rumah Caleg, Panwaslu tetap menyarankan sebaiknya dicopot atau dibalik, sehingga tidak nampak mencolok oleh pengguna jalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *