Flash News
No posts found

Tak Menyerah, Meski Susah Membendung Ola Ono Uwik Ola Obos

Margono sibuk menyelesaikan sebuah gambar kartun. (Gambar atas) Margono dan komunitas Balekambang memasang kartun bernada sindiran terhadap politikus busuk.

Margono sibuk menyelesaikan sebuah gambar kartun. (Gambar atas) Margono dan komunitas Balekambang memasang kartun bernada sindiran terhadap politikus busuk.

Sumber – Seorang warga menampilkan media kartun di pinggir jalan, untuk melawan maraknya politik uang, menjelang Pemilu Legislatif 09 April 2014.

Namanya Margono, warga desa Megulung Kec. Sumber. Pagi itu bersama anggota komunitas Balekambang, sibuk menyelesaikan sebuah kartun yang menggambarkan kerakusan seorang pejabat, menelan peta Indonesia. Sebelumnya sudah cukup banyak karya kartunnya terpasang di pinggir jalan raya Rembang – Sumber, desa Sekarsari Kec. Sumber.

Topiknya lebih mengarah pada masalah Pemilu. Seperti himbauan menolak politik uang, jangan memilih Caleg yang senang bagi bagi uang dan sindiran bagi anggota dewan ketika menjabat gemar korupsi.

Margono bukanlah penyelenggara Pemilu. Ia warga biasa yang prihatin terhadap mewabahnya politik transaksional, mendekati hari pencoblosan. Baginya politik uang akan menghancurkan sendi sendi bangsa, karena Caleg ketika memperoleh kursi, akan langsung mengejar target korupsi, agar uang yang telah dikeluarkan, bisa kembali. Akibatnya, hak masyarakat untuk menikmati pembangunan menjadi terampas.

Semenjak memasang kartun politik itu, warga yang melintas menanggapi beragam. Banyak dukungan, tapi ada pula yang mencemooh, dianggap kurang pekerjaan. Tapi Margono tidak peduli. Menurutnya pro kontra merupakan hal biasa. Meski langkah kecil, yang penting ia ingin merintis perubahan menuju Pemilu bersih. Daripada diam, tanpa melakukan apa apa.

Sementara itu Bambang Setiawan, seorang pengguna jalan mengaku mendukung cara yang ditempuh Margono. Melalui seni kartun akan efektif sebagai media sosialisasi. Ia menyadari cukup berat mengubah slogan “ora ono duwit, ora nyoblos” (tidak ada uang, tidak nyoblos). Tapi semangat memperbaiki kualitas pesta demokrasi, musti digelorakan terus menerus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *