Flash News
No posts found

Diundang Sosialisasi UU Desa, Terima Orasi Kampanye

Ketua Panwaslu Kab. Rembang, Mukhlis Ridho (paling kanan) menerima laporan.

Ketua Panwaslu Kab. Rembang, Mukhlis Ridho (paling kiri) menerima laporan.

Lasem – Panitia Pengawas Pemilu Kab. Rembang memberikan peringatan keras kepada pihak penyelenggara sosialisasi Undang Undang Desa, yang ternyata disisipi dengan orasi kampanye Caleg DPR RI Partai Golkar, sebelum masa tenang.

Ketua Panwaslu Kab. Rembang, Mukhlis Ridho menjelaskan penyelenggara mengatasnamakan dari Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI), tapi undangan tidak secara tertulis, melainkan lewat pesan pendek sms. Pihaknya memasukkan sebagai pelanggaran administrasi, karena tidak mengantongi bukti rekaman kampanye Caleg secara utuh.

Seorang perangkat desa Sumbergirang yang juga anggota Panitia Pengawas Kecamatan Lasem, Zaenudin menjelaskan waktu itu kegiatan sosialisasi Undang Undang Desa berlangsung di Hotel Wijaya, dengan dihadiri sekira 50 an orang tamu undangan, paling banyak perangkat desa.

Ia sendiri kaget, karena di tengah acara, tiba tiba ada kampanye dari seorang Caleg, padahal mustinya perangkat desa harus netral. Setelah itu langsung melapor kepada Panwaslu Kab. Rembang. Saat polisi, TNI dan anggota Panwaslu datang, kegiatan mendadak dikembalikan lagi sebagaimana rencana semula, yakni sosialisasi Undang Undang Desa. Tapi tak berselang lama, langsung ditutup.

Zaenudin menambahkan pendekatan terhadap aparat desa memang rawan terjadi, karena dianggap cara efektif mendulang suara.

Kades sering kali mempunyai pendukung fanatik, sedangkan perangkat desa diharapkan bisa mengajak masyarakat mencoblos Caleg atau partai politik tertentu. Tapi menurutnya pemilih sekarang sudah pintar, sehingga tak perlu dimobilisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *