Flash News
No posts found

Merajalela, Aksi Bagi Bagi Uang

Barang bukti uang dan kalender Caleg. (Gambar atas) Kasmuri, dua dari kiri ditemui komisioner Panwaslu Blora, hari Senin.

Barang bukti uang dan kalender Caleg. (Gambar atas) Kasmuri, dua dari kiri ditemui komisioner Panwaslu Blora, hari Senin.

Blora – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kab. Blora, hari Senin (07April 2014) menerima laporan dugaan kasus pembagian uang kepada pemilih, dari Caleg partai Demokrat.

Langkah Kasmuri (53 tahun), warga desa Tambahrejo Kec. Tunjungan Blora, layak mendapatkan apresiasi. Ia berani melaporkan dugaan politik uang kepada Panwaslu. Semula Kasmuri ditemui seorang tetangganya masih satu desa, Sukandar, sambil menyerahkan uang Rp 50 ribu dan kalender bergambar Agung Pambudi, calon legislatif DPRD Blora dari Partai Demokrat, daerah pemilihan V, meliputi Kec. Tunjungan, Banjarejo dan kecamatan Ngawen.

Sukandar sempat menyampaikan diperintah kepala desa setempat, untuk membagikan uang. Harapannya pada saat hari pencoblosan nanti, mau memilih Agung Pambudi. Karena tidak cocok dengan tindakan seperti itu, Kasmuri berinisiatif melapor secara resmi. Apalagi diduga aksi bagi bagi uang terjadi hampir merata ke penjuru kampung.

Ketua Panwaslu Kab. Blora, Wahono menyatakan pihaknya siap mengklarifikasi masalah tersebut kepada Caleg, saksi terlapor dan juga menelusuri keterlibatan aparat desa, yang mustinya harus netral. Tim penegakan hukum terpadu akan diundang, guna membahas apakah sudah memenuhi pelanggaran pidana atau belum.

Wahono mempersilahkan warga lain, untuk menyerahkan barang bukti uang dan kalender. Nantinya uang akan diganti oleh Panwaslu.

Berdasarkan Undang Undang Pemilu dan diperjelas dengan Peraturan KPU, pelaku politik uang terancam hukuman penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp 24 juta. Jika terbukti, Caleg yang bersangkutan juga bisa didiskualifikasi sebagai peserta Pemilu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *