Flash News
No posts found

Surat Suara Tertukar, Pemilu Terancam Diulang

Seorang pemilih lansia di dusun Torejo desa Mondoteko Rembang mencoblos di atas becak, karena tak bisa berjalan. (Gambar atas) Komisoner KPU Rembang memantau TPS 4 desa Kerep Kec. Sulang.

Seorang pemilih lansia di dusun Torejo desa Mondoteko Rembang mencoblos di atas becak, karena tak bisa berjalan. (Gambar atas) Komisoner KPU Rembang memantau TPS 4 desa Kerep Kec. Sulang.

Rembang – Pelaksanaan coblosan Pemilu Legislatif di kabupaten Rembang, diwarnai surat suara tertukar.

Di TPS desa Sidorejo dan Japerejo Kec. Pamotan memperoleh surat suara DPRD Kabupaten daerah pemilihan 6, padahal mustinya Dapil 5.

Selain itu, beberapa tempat pemungutan suara (TPS) daerah pemilihan Rembang 6, meliputi kecamatan Sulang, Gunem dan Bulu, justru memperoleh surat suara dari daerah pemilihan Rembang 5, terdiri dari kecamatan Pamotan dan Sale.

Di Kec. Sulang misalnya, desa Glebeg terdapat 25 lembar surat suara yang tertukar, kemudian Karangharjo 17 lembar, desa Pomahan 51 lembar dan desa Kerep 25 lembar. Khusus TPS 4 desa Kerep, bahkan terindikasi belasan surat suara sudah dicoblos, karena pemilih kurang teliti.

M. Ismail, ketua kelompok penyelenggara pemungutan suara TPS 4 desa Kerep menjelaskan saat pemilih memasuki nomor pendaftaran 171, surat suara tertukar itu baru ketahuan, setelah pemilih menyadari nama Caleg yang akan dicoblos, tidak ada dalam lembaran surat suara. Pihaknya kemudian langsung mengecek surat suara yang belum diberikan kepada pemilih. Diketahui terdapat 37 lembar surat suara DPRD Kabupaten Rembang daerah pemilihan Pamotan dan Sale, nyasar ke TPS nya.

M. Ismail menambahkan saksi partai politik berembug. Mereka sepakat untuk dilanjutkan penghitungan. Begitu menemukan surat suara daerah pemilihan lain, maka dimasukkan sebagai suara partai politik, sedangkan coblosan nama Caleg tidak dihitung.

TPS 4 desa Kerep menjadi pusat perhatian Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilu Kab. Rembang. Mereka turun bersama sama, Rabu siang, membahas bagaimana langkah selanjutnya.

Ketua KPU Kab. Rembang, Minanus Suud menyatakan dalam surat edaran KPU Pusat menyebutkan kalau terjadi surat suara tertukar, proses pemungutan suara harus diulang. Tapi dalam Undang Undang tidak mengatur ketentuan itu. Pihaknya memilih tidak menggelar pemungutan suara ulang dan lebih mengacu kesepakatan saksi Parpol.

Minanus Suud mengakui surat suara tertukar merupakan kesalahan penyelenggara Pemilu, selama penyortiran hingga pengiriman. Ia enggan mencari siapa yang salah, menurutnya dari KPU sampai PPS, semua salah. Kedepan perlu ada tenaga khusus, untuk melakukan pengecekan ulang, agar masalah serupa tidak kembali terjadi.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kab. Rembang, Mukhlis Ridho mengaku sampai Rabu malam belum memberikan rekomendasi resmi. Pihaknya menunggu kepastian jumlah surat suara tertukar yang telah dicoblos, sambil berkoordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu.

Secara umum Pemilu Legislatif di kabupaten Rembang berlangsung lancar. Masyarakat tampak antusias menyalurkan hak suara, sejak TPS dibuka. Pelaksana tugas Bupati Rembang, Abdul Hafidz seusai mencoblos di TPS selatan Koramil Pamotan mengatakan kalaupun ada masalah, bisa cepat diatasi. Situasi keamanan wilayah, juga cukup terkendali.

1 Komentar

  1. garong rembang

    piye leh bos sampeyan anggota KPU bayare per bulan larang looo.nek mergawe sing cermat leeh… wong janjane mono isih ruwet pemilu tahun 2004 wae Rembang gak ono kabare nek ono surat suara kijolaan antar Dapil lha saiki kok ddho dlomor iki piyeeee…. leh… berarti cek and ricek blas gak mlakuuu …. ancen dho yak yako keminter bareng diyaki gaweyan mbagi surat suara wae ono masalah…… mestine rak iso leh PPk sak durunge njupuk surat suara kon do ngitung sing teliti … sesuai karo tanda terima antarane jumlah lan lokasi
    sesuai karo dapile dewe-dewe….. ajuur-ajurr carane ngene leh caah …. cah…iki rak ngrugekno Caleg ….. mana pertagungjawaban moral dan kinerja anggota KPU ? buktikan nyalimu…..untuk minta maaf karo masyarakat Rembang….. mergo pemilu nganggo duwike rakyat..

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *