Flash News
No posts found

Bagus Untuk Daerah, Dampak Buruk Musti Diantisipasi

Disela sela beraktivitas, sejumlah karyawan hotel di Rembang bersantai.

Disela sela beraktivitas, sejumlah karyawan hotel di Rembang bersantai.

Rembang – Semakin bertambahnya jumlah hotel di kota Rembang, dianggap menguntungkan bagi pendapatan daerah.

Anggota Komisi B Bidang Ekonomi DPRD Rembang, Joko Suprihadi menuturkan daerah bisa mendapatkan pemasukan izin mendirikan bangunan (IMB) dan pajak. Selain itu, warga juga mempunyai banyak alternatif, untuk menikmati fasilitas hotel, mulai dari kelas melati hingga berbintang. Hanya saja Joko mengingatkan daerah musti mengimbangi dengan sejumlah upaya, untuk menekan dampak buruk yang ditimbulkan, seperti perselingkuhan di kamar hotel kian marak. Kalau pemerintah memberlakukan aturan ketat, diharapkan pengelola hotelpun pelan pelan bisa mengikuti.

Joko Suprihadi menambahkan saat ini tengah dibangun dua hotel berbintang, yakni sebelah utara Alun Alun Rembang dan di pinggir jalur Pantura, timur desa Kabongan Lor Rembang. Sebelumnya hotel lain terus berbenah, menjadikan persaingan bertambah ketat.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda Dan Olahraga Kab. Rembang, Sunarto optimis tingkat hunian hotel di kabupaten Rembang, dari tahun ke tahun mampu tumbuh positif.

Ia beralasan iklim investasi meningkat, ditandai banyaknya pabrik pabrik besar, termasuk tahun ini pabrik semen di kecamatan Gunem, membuat banyak Pebisnis dari luar daerah berdatangan.

Dinbudparpora selama ini membina pelaku usaha hotel, tapi kalau mereka melanggar aturan, Satpol PP lah yang berwenang menindak. Memang sering muncul kendala, sehingga kedepan intensitas pembinaan dan pengawasan ke lapangan, perlu diperbanyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *