Flash News
No posts found

Berani Terang Terangan, Tak Berdaya Menindak

Pemilih disuap uang, dianggap bukan rahasia umum, saat Pemilu Legislatif di kabupaten Rembang.

Pemilih disuap uang, dianggap bukan rahasia umum, saat Pemilu Legislatif di kabupaten Rembang.

Rembang – Meski aksi bagi bagi uang dalam pesta demokrasi Pemilu Legislatif marak, bahkan sudah ada yang berani terang terangan, namun tidak satupun kasusnya dilaporkan ke Panitia Pengawas Pemilu Kab. Rembang.

Supriyadi, warga Kelurahan Sidowayah Rembang mengatakan di lingkungan tempat tinggalnya, dua hari sebelum pencoblosan, tim sukses Caleg ramai bersliweran membagikan uang. Rata rata isi amplop Rp 50 ribu. Ia mengaku dapat amplop, tapi enggan melapor. Alasan utama yakni tidak mau ribet ribet menjadi saksi, manakala kasusnya berlanjut ke persidangan.

Komisioner Panwaslu Kab. Rembang, Eko Pulung membenarkan rasa sungkan dengan pemberi amplop dan motif penerima juga butuh uang, menjadi pertimbangan kenapa masyarakat pemilih tidak melaporkan kasus politik uang.

Selain itu dilihat dari sisi regulasi aturan, kalau pembagian uang tidak dilakukan Caleg langsung, maka sulit untuk menjeratnya. Apalagi amplop sering kali hanya berisi uang, tanpa tanda gambar partai politik atau Caleg. Mereka lihai menyiasati, bagaimana caranya mencari simpati pemilih, namun terhindar dari ancaman pidana.

Eko Pulung menambahkan proses penanganan pelanggaran Pemilu, juga terbentur keterbatasan waktu. Ia mencontohkan masa kajian ditingkat Panwaslu diberi waktu 5 hari, kemudian masuk penyidikan tim penegakan hukum terpadu paling lama 14 hari, berkas dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri dengan rentang waktu 6 hari. Terakhir, sidang di Pengadilan Negeri harus selesai selama 7 hari. Ibaratnya benar benar lari marathon. Kalau tidak seperti itu, maka kasus akan gugur demi hukum.

Sebagai pengawas, tentu Eko berharap aturan dari pembuat Undang Undang, lebih galak. Semisal, kalau ketahuan membagikan uang, saksi dan bukti cukup, Caleg atau partai politik bisa langsung didiskualifikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *