Flash News
No posts found

Usai Ujian Nasional, Dilarang Pulang

HP milik pengawas ujian nasional di SMK Al Mubarok Rembang dikumpulkan ke dalam kardus, untuk mengantisipasi kecurangan.

HP milik pengawas ujian nasional di SMK Al Mubarok Rembang dikumpulkan ke dalam kardus, untuk mengantisipasi kecurangan.

Rembang – 205 siswa di SMK Al Mubarok, pinggir jalan raya Rembang – Blora, selama 10 hari dikarantina, agar hasil ujian nasional mereka memuaskan. Setelah mengikuti ujian pada hari pertama, Senin siang (14 April 2014), siswa dilarang pulang, tetapi langsung masuk ke dalam asrama. Sore hingga malam, guru memberikan pembekalan materi mata pelajaran yang diujikan pada keesokan harinya.

Ketua Yayasan Zarkasyi Al Mubarok Rembang, Nuril Haq menuturkan cara tersebut bukan bermaksud mengekang kebebasan siswa. Namun untuk memastikan waktu yang ada benar benar dimanfaatkan. Melalui sistem karantina pula, pihak sekolah lebih mudah mengontrol siswa. Mulai dari makan, istirahat, termasuk sholat berjamaah.

Setiap kali makan, siswa dibandrol tarif Rp 6 ribu, dengan menu bervariasi. Menurutnya angka yang wajar, kalau dibandingkan makan di warung.

Secara umum ujian nasional tingkat SMA sederajat di kabupaten Rembang, berlangsung lancar.

Seorang pengawas independen, Febri Purwanto menjelaskan sejauh ini belum menemukan indikasi gangguan distribusi soal maupun kebocoran soal. Apalagi dalam satu kelas, terdapat banyak jenis soal, sehingga antar peserta, memperoleh soal yang berbeda.

Febri menimpali ada sekira 60 an orang pengawas independen ikut berpartisipasi memantau ujian nasional. Mereka berasal dari STIE YPPI Rembang dan Unnes Semarang.

Sementara itu, Wakil Bupati Rembang, Abdul Hafidz didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Noor Effendi memantau ujian nasional di sejumlah sekolah, Senin pagi. Abdul Hafidz menghimbau siswa lebih percaya terhadap kemampuan diri sendiri. Jangan terpancing, ketika beredar bocoran kunci jawaban. Bisa saja hal itu kunci jawaban palsu, yang rawan menyesatkan siswa.

Tahun ini jumlah peserta ujian nasional di kabupaten Rembang, untuk tataran SMA/ MA dan SMA Luar Biasa, sebanyak 3.657 anak, Sekolah Menengah Kejuruan 2.308 anak, sedangkan ujian kejar paket C 666 orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *