Flash News
No posts found

Kebakaran, Bocah Perempuan Tewas Terpanggang

Polisi menggelar olah TKP disaksikan puluhan warga. (Gambar atas) jenazah korban dievakuasi dari puing puing bangunan.

Polisi menggelar olah TKP disaksikan puluhan warga. (Gambar atas) jenazah korban dievakuasi dari puing puing bangunan.

Sluke – Kebakaran terjadi di sebuah warung makan merangkap tempat tinggal, pinggir jalur Pantura desa Leran Kec. Sluke, Selasa (15 April 2014), sekira pukul 01.30 wib. Yang mengenaskan, dalam peristiwa tersebut mengakibatkan seorang anak perempuan meninggal dunia terpanggang, ditengah kobaran api.

Korban tewas adalah Meyla Fitria Zilda (10 tahun), tercatat sebagai siswi kelas 4 SD Negeri Leran Kec. Sluke. Waktu kejadian, Meyla terlelap tidur. Api kali pertama diketahui berasal dari dalam kamar korban. Ada dugaan karena obat nyamuk, kemudian langsung menyambar kasur.

Imron Rosidi, Kepala Desa Leran Kec. Sluke menjelaskan saat tiba di lokasi kejadian, si jago merah sudah membesar. Apalagi tiupan angin cukup kencang, sehingga cepat meludeskan bangunan yang terbuat dari papan triplek dan kayu itu. Ibu korban, Nafis dan pembantunya tak berdaya.

Sebenarnya di dalam warung, terdapat sejumlah sopir truk dan anggota polisi, tengah makan. Ketika api berkobar, sopir buru buru memindahkan truk menjauh ke tempat lain, sedangkan polisi berupaya menyelamatkan Meyla. Tapi tangan polisi sempat terbakar, gara gara jilatan api. Kondisi yang serba tidak memungkinkan, membuat nyawa korban tak tertolong. Akhirnya jasad Meyla terkepung, hampir sebagian tubuhnya hilang terbakar.

Tak berselang lama, petugas pemadam kebakaran Pemkab Rembang tiba. Habis dua tangki, api benar benar bisa dipadamkan.

Kapolsek Sluke, AKP Joko Purnomo mengatakan jenazah Meyla Fitria Zilda dievakuasi menuju kamar mayat rumah sakit dr R Sutrasno Rembang, untuk divisum. Setelah itu, Tim identifikasi Polres Rembang dan anggota Polsek Sluke menggelar olah TKP.

Tak satupun barang tersisa. Bangunan, perabotan rumah tangga, peralatan elektronik serta sebuah sepeda motor ludes. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 75 juta. Sampai Selasa siang, suasana TKP masih ramai didatangi warga. Mereka menganggap kerugian tak terhingga, lantaran ada korban jiwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *