Flash News
No posts found

Kisah Tragis Meyla, Sempat Baca Doa Keselamatan Di Akhirat

Dua wanita warga desa Leran ini menangis, melihat jasad Meyla dievakuasi.

Dua wanita warga desa Leran ini menangis, melihat jasad Meyla dievakuasi.

Sluke – Meninggalnya Meyla Fitria Zilda (10 tahun), siswi kelas IV SDN Leran Kec. Sluke, menyisakan duka mendalam. Tidak hanya bagi keluarganya, tapi jerit tangis pecah dikalangan teman teman sekolahnya. Meyla selama ini dikenal sebagai anak periang, pintar dan baik hati.

Seorang siswa kelas V SDN Leran, Muhammad Mustofa mengatakan Meyla mempunyai banyak teman.
Suatu hari ia pernah melihat Meyla asyik bermain di depan kelas dan didorong oleh siswa lain. Tapi Meyla tak membalas. Mustofa merasa kehilangan, seraya berdoa Meyla mendapatkan tempat yang layak di sisinya.

Kepala Sekolah SD Negeri Leran Kec. Sluke, Akhwanto mempunyai cerita berbeda. Kebetulan pada hari Senin sebelum kejadian, dirinya mengisi mata pelajaran pendidikan agama Islam di kelas 4. Entah kenapa Meyla berulang kali menatapnya cukup tajam.
Setelah itu ia sempat memerintahkan Meyla maju kedepan, untuk memberikan contoh bacaan sejumlah doa. Salah satunya Meyla melantunkan doa keselamatan hidup di dunia maupun akhirat. Bisa saja hal itu menjadi firasat. Tapi berulang kali Akhwanto menyesalkan, kenapa anak sebaik itu dipanggil Yang Maha Kuasa lebih cepat. Sambil mengelus dada, pria paruh baya ini menyadari semua ada yang mengatur, sekaligus meyakini Meyla sudah tenang masuk surga.

Selasa siang (15 April 2014), jenazah Almarhumah Meyla Fitri Zilda dimakamkan di pemakaman umum desa Leran Kec. Sluke. Sang ibu, Nafis tampak syock melihat putri kesayangannya diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhir. Raut wajahnya menunjukkan penyesalan, kenapa gagal menyelamatkan Meyla dari amukan api.

Meyla sehari hari memang dekat dengan ibunya. Sang ayah tinggal di Semarang, setelah memutuskan berpisah.

Sarpani, seorang petugas pemadam kebakaran menyatakan turut berbela sungkawa. Ia sendiri tak kuasa melihat jasad Meyla, selama proses pemadaman api. Sarpani berharap peristiwa tragis di desa Leran Kec. Sluke mampu menggugah masyarakat untuk lebih waspada, terutama ketika membakar obat nyamuk di dekat tempat tidur.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *