Flash News
No posts found

Prabowo, Ical Atau Jokowi, Surya Darma Pilih…

Surya Darma Ali dan KH Maemoen Zubair berdoa. (Gambar atas) Surya Darma Ali memberingan keterangan pers.

Surya Darma Ali dan KH Maemoen Zubair berdoa. (Gambar atas) Surya Darma Ali memberingan keterangan pers.

Rembang – Dewan Pengurus Pusat Partai Persatuan pembangunan (PPP) memastikan akan memberikan sanksi terhadap 26 Dewan Pengurus Wilayah yang berniat melengserkan Ketua Umum PPP, Surya Darma Ali. Dalam rapat tertutup di Sarang, Rembang, Rabu siang (16 April 2014), PPP juga belum menentukan dukungan koalisi.

Dua politisi PPP, Surya Darma Ali dan Djan Faridz, sekaligus Menteri Agama dan Menteri Perumahan Rakyat, mendatangi kediaman Ketua Majelis Syariah PPP, KH Maemoen Zubair, di kompleks Pondok Pesantren Al Anwar desa Karangmangu Kec. Sarang.

Keduanya didampingi sejumlah pengurus PPP. Selama hampir dua jam menggelar pertemuan tertutup, membahas kisruh PPP, dengan jajaran Majelis Syariah, selaku lembaga tertinggi partai.

Usai pertemuan, Ketua Umum PPP, Surya Darma Ali menjelaskan pihaknya menyampaikan kepada Majelis Syariah bahwa alasan pamakzulan dirinya, gara gara hadir dalam kampanye partai Gerindra, terlalu mengada ada.

Hal itu merupakan bagian komunikasi politik dan tidak melanggar aturan partai. Kalau kemudian sebagian pengurus DPW mendesak ketua umum mundur, menurutnya hanya bisa melalui forum muktamar luar biasa. Diluar itu, gerakan pengurus dianggap sebagai bentuk makar. Mereka musti mendapatkan sanksi, demi penyelamatan partai. Bentuk sanksi, mulai ringan hingga pemecatan.

Surya Darma mengakui memang dekat dengan Prabowo Subianto, calon presiden Partai Gerindra. Tapi kedekatan itu, bukan berarti PPP sudah berkoalisi. Saat didesak secara pribadi lebih condong ke Prabowo, Aburizal Bakri atau Jokowi, Surya Darma menjawab singkat “sudah tahu, nanya.”

Ketua Majelis Syariah PPP, Maemoen Zubair menyatakan koalisi untuk mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden, harus mempertimbangkan kemaslahatan umat. Tapi masalah itu tidak dibahas selama pertemuan tersebut.

Kiai Maemoen juga menyarankan agar seluruh partai bersatu. Kalau bisa jangan sampai terjadi pemecatan, tapi mereka yang menentang ketua umum, perlu dirangkul kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *