Flash News
No posts found

Protes, Dikorbankan Gara Gara Adipura

 Sukarmain (baju putih), menerima kedatangan sejumlah pedagang alun alun Rembang, Kamis pagi.

Sukarmain (baju putih), menerima kedatangan sejumlah pedagang alun alun Rembang, Kamis pagi.

Rembang – Sejumlah pedagang Alun Alun Rembang, hari Kamis (17 April 2014) mendatangi gedung DPRD. Mereka protes, karena merasa dikorbankan oleh Pemkab Rembang yang memburu target gelar Adipura.

Awalnya, sudah ada kesepakatan tertulis, pedagang gelombang pagi, boleh berjualan antara pukul 07 pagi sampai dengan 02 siang, di sekitar Alun Alun Rembang. Entah kenapa baru baru ini, petugas Satpol PP datang, kemudian melarang pedagang berjualan. Muncul dugaan, larangan tersebut karena pedagang dianggap mengganggu penilaian Adipura.

Sukirno, seorang pedagang mie ayam warga Kelurahan Sidowayah Rembang menganggap, buat apa ada kesepakatan, kalau ternyata ditabrak, tanpa alasan yang jelas.

Ia memutuskan datang ke DPRD, meminta dibantu menyelesaikan masalah. Pedagang tetap ingin mencari nafkah. Kalaupun besok revitalisasi alun alun tuntas, Sukirno menyatakan tidak masalah jika pedagang akan ditata ulang.

Pedagang gado gado asal desa Pandean Rembang, Agus Nawa Wijayanto menuturkan waktu itu sudah mendorong gerobak ke alun alun. Karena dilarang berjualan, terpaksa harus pindah ke lokasi lain. Tentu ia tak bisa pulang, apalagi barang dagangan masih utuh.

Agus menimpali, ketika dagangan habis, mampu meraup penghasilan bersih rata rata Rp 75 ribu per hari. Selama ini pendapatannya telah menjadi gantungan ekonomi keluarga.

Sukarmain, anggota DPRD Rembang yang menemui pedagang menyatakan gelar Adipura penting, tapi nasib pedagang juga tidak kalah penting. Harapannya menjelang penilaian kebersihan, pedagang diberitahu 1 atau 2 hari sebelumnya, agar mereka persiapan tidak memasak. Jangan asal melarang, karena kesepakatan jam buka masih berlaku.

Sukarmain kemudian langsung menghubungi Kepala Kantor Satpol PP, Slamet Riyadi, melalui sambungan telefon.

Dari hasil pembicaraan singkat, pihaknya sepakat akan ada pertemuan di gedung DPRD pekan depan, untuk mencari solusi terbaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *