Flash News
No posts found

Teman Dipecat, Belasan Sopir Blokir Pabrik

Truk pengangkut air menutupi pintu masuk pabrik. (gambar atas) aksi demo sebagai bentuk solidaritas terhadap korban pemecatan.

Truk pengangkut air menutupi pintu masuk pabrik. (gambar atas) aksi demo sebagai bentuk solidaritas terhadap korban pemecatan.

Kaliori – Belasan orang sopir pengangkut air, Kamis pagi (17 April 2014) menggelar aksi demo dan memblokir pintu masuk menuju pabrik pengolahan ikan Surimi, PT Andaman Delmar di desa Banyudono Kec. Kaliori. Mereka melakukan aksi solidaritas terhadap Aris Widiatmoko (36 tahun), seorang pekerja penjaga meteran air di pabrik tersebut, yang dipecat.

Seorang peserta demo, Budi Waluyo mengatakan selama ini sopir armada pengangkut air mengenal baik Aris Widiatmoko. Begitu mendengar ada pemecatan, tentu cukup mengagetkan. Ia mempertanyakan kenapa perusahaan berstatus perseroan terbatas mengeluarkan pekerja seenaknya. Kalau Aris tidak dipekerjakan kembali, Budi yang juga perangkat desa Bogorame Kec. Sulang tersebut mengancam seluruh armada truk akan terus diparkir di tengah jalan, menutup pintu masuk pabrik.

Aris Widiatmoko, korban pemecatan warga desa Kabongan Kidul Rembang mengaku bekerja di PT Andaman Delmar selama hampir satu tahun.

Ia memang bersalah pernah mabuk, kemudian berkelahi di lingkungan pabrik. Tapi kenapa tidak diberi surat peringatan dulu, karena berniat ingin memperbaiki kesalahan. Tiba tiba dipecat oleh manajemen pabrik, tanpa uang pesangon sama sekali. Aris menganggap manajemen pabrik sering melakukan pemecatan, tetapi tidak memberikan hak hak pekerja.

Sementara itu Agus Siswanto, staf personalia PT Andaman Delmar menyatakan selama kendaraan pengangkut air menutup pintu pabrik, aktivitas produksi surimi agak terganggu. Pasokan air terhambat dan banyak pula pekerja yang keluar, menyaksikan protes para sopir. Maka pihaknya berinisiatif mengundang 3 perwakilan peserta aksi, guna menyampaikan tuntutan. Setelah itu melapor kepada pimpinan perusahaan, bagaimana langkah yang akan ditempuh.

Sambil menunggu keputusan dari pimpinan perusahaan, akhirnya awak truk membuka pemblokiran.

Sopir pengangkut air mau membubarkan diri, tapi sewaktu waktu siap menggelar demo susulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *