Flash News
No posts found

Buku Nikah Palsu Diamankan, Curian ?

Buku nikah ini asli, ada sejumlah perbedaan dibandingkan buku nikah palsu.

Buku nikah ini asli, ada sejumlah perbedaan dibandingkan buku nikah palsu.

Rembang – Kementerian Agama Kab. Rembang mengamankan sebuah buku nikah yang diduga palsu.

Bukuh nikah tersebut ditemukan kali pertama saat seorang warga kecamatan Sumber akan melakukan legalisir. Karena ada kecurigaan, buku nikah sempat disimpan dulu beberapa hari, baru akhirnya dipastikan palsu. Sayangnya saat pemohon legalisir dipanggil lagi oleh Kementerian Agama, yang bersangkutan sampai sekarang tidak mau datang.

Kepala Seksi Binmas Islam Kantor Kementerian Agama Kab. Rembang, Mahmudi menjelaskan antara buku nikah asli dan palsu, sebenarnya mudah dibedakan. Salah satunya kualitas kertas buku nikah palsu, lebih tipis. Selain itu yang asli, pada posisi tanda tangan, terdapat kode khusus, ketika diterawang dengan menggunakan lampu sinar. Buku nikah palsu warga kecamatan Sumber itu, bukan hasil curian dari kantor urusan agama. Memang pihaknya tengah meningkatkan pengawasan, terutama ketika warga mengurus legalisir buku nikah, untuk syarat menerbitkan akta kelahiran di kantor Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil. Staf Kemenag sudah mengantongi nomor seri buku nikah yang hilang, sewaktu waktu dicocokkan kalau ada warga datang melegalisir.

Mahmudi menganggap pencurian buku nikah melibatkan sindikat lintas daerah. Contohnya saat peristiwa di KUA Pamotan, pelaku pencuri tidak menyentuh sedikitpun barang barang elektronik. Justru lebih senang mengacak acak almari, tempat buku nikah tersimpan. Sejauh ini, belum ditemukan indikasi keterlibatan orang dalam.

Agar kasus pembobolan buku nikah tidak terulang kembali, pihaknya memerintahkan seluruh kantor urusan agama (KUA) membeli brankas dan memasang tralis. Sementara tralis diprioritaskan, karena brankas harganya tergolong mahal, berkisar antara Rp 4,5 sampai dengan Rp 13 juta per buah.

Sebelumnya, kasus pencurian buku nikah pernah menimpa KUA Sarang dan Pamotan. Selain itu KUA di sejumlah daerah wilayah Jawa Tengah juga pernah mengalami kejadian serupa. Sayangnya aparat kepolisian belum berhasil mengungkap kasus tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *