Flash News
No posts found

Mendadak Genjot Fisik, Demi Wujudkan Impian

Pegawai Dinas Pendidikan memeriksa berkas persyaratan salah satu pendaftar Polwan di aula Mapolres Rembang, Minggu pagi. (gambar atas) pendaftar Polwan menunggu nomor antrean.

Pegawai Dinas Pendidikan memeriksa berkas persyaratan salah satu pendaftar Polwan di aula Mapolres Rembang, Minggu pagi. (gambar atas) pendaftar Polwan menunggu nomor antrean.

Rembang – Jumlah pendaftar Polisi Wanita (Polwan) di kabupaten Rembang, tahun ini meningkat pesat. Dari total 87 orang pendaftar, sebagian besar masih duduk di bangku kelas XII SMA sederajat, sambil menunggu hasil Ujian Nasional. Lalu apa yang membuat para pelajar tertarik masuk ke korps Polwan dan bagaimana pula persiapan mereka menghadapi proses seleksi ?

Desi Tri Rahmawati (18 tahun), pelajar SMAN Lasem asal desa Karangturi Kec. Lasem ini sejak kecil sudah mengidam idamkan menjadi anggota Polwan. Usai mendaftarkan diri, ia kini rutin lari setiap pagi, latihan renang dan menjaga kesehatan dengan makanan bergizi. Keluarganya mendukung penuh, karena panitia penerimaan berulang kali menyampaikan kepada masyarakat, selama proses seleksi dijalankan secara transparan dan bersih dari uang sogokan. Dengan niat kuat, Desi berharap kelak diterima dan siap ditempatkan ke daerah terpencil sekalipun.

Hal senada diungkapkan Nunung Puspita Dewi, siswi kelas XII SMAN II Rembang. Bagi gadis asli desa Sluke Kec. Sluke tersebut, profesi Polwan adalah impian sejak kecil. Apalagi setelah Mabes Polri menambah kuota peserta yang akan diterima, dirinya semakin bersemangat. Se Indonesia disediakan kuota Polwan 7 ribu orang, Jawa Tengah mendapatkan jatah 761 orang.

Sebelumnya hampir tidak pernah latihan fisik, tetapi setelah mendaftarkan diri, Nunung mengintensifkan lari setiap pagi. Khusus push up dan sit up hanya sesekali saja. Soal apakah kalau besok diterima, ia masih tetap mengenakan jilbab atau melepasnya, Nunung siap melakukan dua kemungkinan itu. Yang jelas Polwan berjilbab lebih bagus, lagipula dari sisi aturan membolehkan.

Perwira Polres Rembang yang memantau seleksi administrasi awal pendaftaran Brigadir Polri, hari Minggu (20 April 2014), AKP Sri Irianti menuturkan pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil untuk memeriksa legalitas akta kelahiran maupun berkas administrasi kependudukan lainnya, kemudian dikerahkan juga perwakilan dari Dinas Pendidikan, langsung memeriksa keabsahan ijazah.

Beberapa kali ditemukan perbedaan penulisan nama antara ijazah dengan akta kelahiran. Oleh panitia tingkat Polres disarankan membetulkan dulu atau meminta surat keterangan dari kepala sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *