Flash News
No posts found

Bobrok, Pelaksana Salah Pilih Bahan

Kayu untuk panjat tebing berjatuhan, di depan Stadion Krida Rembang.

Kayu untuk panjat tebing berjatuhan, di depan Stadion Krida Rembang.

Rembang – Kondisi arena panjat tebing (climbing wall) di depan Stadion Krida Rembang rusak berat, padahal terhitung masih baru. Arena tersebut banyak lubang menganga, karena lembaran kayunya jatuh ke bawah. Diduga sejak awal pelaksana salah memilih bahan, kayu tak tahan cuaca hujan dan panas, sehingga lama kelamaan lapuk. Praktis, arena panjat tebing tersebut tidak bisa dipakai, untuk sementara waktu.

Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kab. Rembang, Dwi Martopo menuturkan selama ini atlet panjat tebing latihan di klub masing masing. Ada yang rutin berkumpul di SMAN Kragan maupun di Pamotan. Untuk arena depan stadion, semula difungsikan ketika pemusatan latihan, menjelang even even besar. Tapi dengan kondisi compang camping semacam itu, tentu atlet tidak akan berani, karena terlalu beresiko. Dwi berharap segera diperbaiki. Sejak awal pendirian, Komite Olahraga Nasional Indonesia yang menangani, pengurus FPTI tidak tahu menahu.

Humas KONI Rembang, Sanuri membenarkan pihaknya telah menerima laporan kerusakan arena panjat tebing. Untuk perbaikan, akan dibarengkan dengan pembangunan kantor KONI di depan Stadion Krida, pada tahun 2014 ini. Terkait berapa anggarannnya, masih dihitung. Yang jelas seluruh bahan diganti fiber, supaya lebih kuat dan tahan lama.

Sanuri menambahkan potensi atlet panjat tebing di kabupaten Rembang, sebenarnya cukup banyak.

Tapi mereka belum memperoleh bimbingan dan wadah yang memadai, sehingga prestasi panjat tebing kurang greget. Termasuk saat pekan olahraga provinsi Jawa Tengah lalu, gagal berangkat, lantaran kendala administrasi. Hal ini menjadi PR bagi KONI dan pengurus cabang olahraga yang menaungi.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *