Flash News
No posts found

Pengutil Lintas Daerah Dibekuk, Dalam Mobil Pelaku Mencengangkan

Warga melihat mobil pelaku pencuri yang terparkir di pinggir jalur Pantura desa Soditan. (gambar atas) Petugas Polsek Lasem mengamankan barang bukti pakaian curian.

Warga melihat mobil pelaku pencuri yang terparkir di pinggir jalur Pantura desa Soditan. (gambar atas) Petugas Polsek Lasem mengamankan barang bukti pakaian curian.

Lasem – Seorang tersangka pelaku pencuri di swalayan Pantes Lasem berhasil dibekuk warga, Sabtu sore. Sedangkan tiga pelaku lainnya kabur. Mereka diduga kuat merupakan jaringan pencuri lintas daerah.

Tersangka pencuri bernama Muhammad Arifin (22 tahun), warga Mojokerto Jawa Timur. Waktu itu jumlah pelaku sebanyak 4 orang. Dua orang masuk ke Swalayan Pantes, satu orang mengawasi situasi, sedangkan tersangka lain, Muhammad Arifin berada di dalam mobil yang terparkir di pinggir jalur Pantura desa Soditan, sebelah timur Swalayan Pantes.

Cerita berawal ketika petugas keamanan Swalayan Pantes mencurigai seorang pria, setelah suara sensor berbunyi. Saat petugas berupaya menghentikan, pria tersebut justru lari. Begitu diteriaki maling, masyarakat sekitar membantu melakukan pengejaran. Para tersangka sempat masuk ke dalam mobil, tetapi tiga orang diantaranya memilih melarikan diri dan terpencar menyusuri gang gang sempit desa Soditan. Kemungkinan takut oleh banyaknya massa. Sedangkan Muhammad Arifin masih berada di dalam mobil, sehingga dengan mudah diamankan. Untuk menghindari amuk massa, tersangka selanjutnya dibawa oleh aparat kepolisian ke Mapolsek Lasem.

Sutrisno, petugas keamanan Swalayan Pantes mengatakan 4 buah celana hilang. Menurutnya beberapa kali pernah terjadi pencurian pakaian, namun baru kali ini terbongkar. Tersangka tidak menyadari bahwa sepotong pakaian tidak hanya dipasangi satu sensor saja, tapi terkadang ada dua titik atau bahkan lebih. Kalau yang satu sengaja dihilangkan pelaku, alat sensor tetap berbunyi, ketika pelaku keluar pintu swalayan.

Titik, seorang pemilik warung makan di pinggir jalur Pantura desa Soditan menjelaskan sebelum kejadian, salah satu tersangka membeli makan di warungnya. Begitu massa datang, tersangka sudah kabur. Sama sekali ia tak mengira mobil milik pencuri, karena jalur tersebut biasa ada kendaraan parkir.

Anggota Polsek Lasem baru bisa memindahkan mobil pelaku bernomor polisi W 1341 BB, Sabtu malam. Semula mobil akan diderek, namun gagal. Kemudian polisi mencari tukang kunci, akhirnya mobil bisa dievakuasi ke Mapolsek Lasem.

Yang cukup mencengangkan, di dalam mobil terdapat tiga karung besar berisi pakaian. Tetapi masih banyak tumpukan pakaian lain, belum sempat dimasukkan karung. Sebagian besar merupakan merek merek terkenal, dengan harga ratusan ribu. Kalau ditotal, nilai pakaian mencapai puluhan juta rupiah.

Tersangka pelaku, Muhammad Arifin mengaku sejak hari Rabu berangkat dari Mojokerto bersama tiga rekannya, Heri, Yanto dan sopir, biasa dipanggil Konthing. Mereka mencuri pakaian di berbagai daerah, seperti Solo, Semarang, Juana dan Lasem. Muhammad Arifin berdalih hanya bertugas menghilangkan label harga pakaian curian, sehingga tak tahu menahu bagaimana cara beraksi. Menurut rencana, uang hasil kejahatan, digunakan untuk selamatan bayinya yang baru berumur seminggu.

Sampai Minggu pagi (26 April 2014), tersangka menjalani pemeriksaan intensif anggota Reskrim Polsek Lasem. Pria yang sehari hari bekerja sebagai kuli batu dan pengamen ini, terjerat pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Kapolsek Lasem, Iptu Roy Irawan menyatakan pihaknya terus mengembangkan kasus tersebut.

Jika melihat barang bukti sangat banyak, ada dugaan mereka jaringan pencuri spesialis pakaian lintas daerah.

1 Komentar

  1. Hamza

    Untuk keperluan rak glnooda, rak toko paling lengkap, harga termurah, kualitas benar2 bagus serta pelayanan nya benar2 ramah. Dan saya benar2 terbantu dengan marketing yang sangat memahami kebutuhan saya.Terima Kasih | |

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *