Flash News
No posts found

“Seperti Kiamat, Kami Sekeluarga Luka Bakar…”

TV rusak tersambar petir. (gambar atas) Abdul Ghofur memperbaiki rumahnya, Minggu pagi.

TV rusak tersambar petir. (gambar atas) Abdul Ghofur memperbaiki rumahnya, Minggu pagi.

Kragan – Sebuah rumah tersambar petir di pinggir pantai desa Sumurtawang Kec. Kragan, Sabtu tengah malam. Rumah tersebut milik Abdul Ghofur (30 tahun), di kawasan RT 05 RW 02.

Tak hanya menghancurkan genteng rumah bagian depan, jilatan petir juga masuk ke dalam ruangan kamar, menyisakan goresan hitam pada tembok. Akibatnya TV dan sejumlah peralatan elektronik rusak. Yang memprihatinkan, Abdul Ghofur, beserta isteri Yuni Purwanti dan anaknya Muhammad Nur Ikhsan (04 tahun) menderita luka bakar. Kondisi terparah dialami sang bocah, karena hampir sekujur tubuhnya terdapat bintik bintik luka bakar, sehingga harus dilarikan ke Puskesmas, untuk mendapatkan perawatan.

Abdul Ghofur mengatakan saat kejadian ia berada di dalam kamar, namun belum tidur. Hanya sang isteri dan anaknya sudah terlelap. Tiba tiba dua kali petir menyambar, tak berselang lama muncul api. Dalam hitungan detik, Abdul menyebut terasa seperti kiamat.

Suasana semakin membingungkan, gara gara aliran listrik langsung padam. Hujan gerimis, membuat tak ada satupun warga keluar rumah. Kalau kerusakan barang elektronik, baginya tak masalah. Yang membuat khawatir, kejiwaan putranya, sampai sekarang terlihat masih trauma dan sering menahan sakit.

Minggu pagi (27 April 2014), Abdul Ghofur memperbaiki kerusakan genteng rumah. Sementara itu Suharso, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang menghimbau masyarakat mewaspadai potensi petir, saat masa peralihan musim, dari penghujan menuju musim kemarau. Ia menyarankan sebaiknya warga mencopoti kabel listrik yang mengarah ke barang elektronik, untuk mengantisipasi kerusakan, manakala terjadi sambaran petir.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *