Flash News
No posts found

Incar Swalayan Kelas Menengah, Andalkan Baju Koko

Polisi menggelar barang bukti pakaian curian. (gambar atas) tersangka, Muhammad Arifin diperiksa petugas Polsek Lasem.

Polisi menggelar barang bukti pakaian curian. (gambar atas) tersangka, Muhammad Arifin diperiksa petugas Polsek Lasem.

Lasem – Tersangka pencuri pakaian lintas daerah yang kepergok beraksi di Swalayan Pantes Lasem, Muhammad Arifin (22 tahun), warga Mojokerto Jawa Timur mulai blak blakan memberikan keterangan kepada penyidik Reskrim Polsek Lasem.

Arifin bersama komplotannya mencuri di banyak lokasi, terutama menyasar mal dan toko kelas menengah kebawah, karena dianggap tingkat keamanannya tidak seketat mal mal besar. Cara mereka mengutil tergolong biasa. Pelaku sengaja mengenakan pakaian agak longgar model baju koko, untuk menyembunyikan pakaian hasil curian, dengan cara dicepit disela sela celana dan perut.

Kapolsek Lasem, Iptu Roy Irawan mengatakan pihaknya sudah meminta tersangka pelaku memperagakan bagaimana trik mencuri pakaian. Tapi ibarat sepandai pandainya tupai melompat, suatu saat akan jatuh juga. Ketika beraksi di Swalayan Pantes, pelaku sebenarnya menyadari setiap pakaian dipasangi semacam sensor, yang sewaktu waktu bisa berbunyi, ketika keluar pintu swalayan. Mereka tidak mengira alat sensor lebih dari 1 titik, sehingga ketika menghilangkan kode di celana curian, sensor lainnya tetap berbunyi.

Iptu Roy Irawan menambahkan tersangka Muhammad Arifin berdalih hanya mengenal satu tersangka, karena bertetangga di Mojokerto Jawa Timur, sedangkan sopir mobil dan satu tersangka lain, sama sekali tidak mengenal. Hal itu menyulitkan aparat kepolisian, untuk menangkap tiga tersangka yang kabur.

Polsek Lasem juga membuka koordinasi dengan jajaran Polsek di daerah lain, kemungkinan pernah menjadi sasaran komplotan pelaku. Dari barang bukti hampir 4 karung pakaian, merupakan curian di Madiun, Solo, Semarang dan Juana. Bisa saja ada TKP yang belum sempat disebutkan.

Mantan Kasat Polair Polres Rembang ini menghimbau pengelola toko pakaian dan swalayan meningkatkan pengawasan, terhadap gerak gerik pengunjung yang mencurigakan.

Kalau penjaga minim, bisa memanfaatkan sarana kamera pengintai CCTV maupun memasang alat sensor.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *