Flash News
No posts found

Dhoullll….Rp 220 Juta !!!

Ranjau di sebelah utara TPI Sarang diledakkan.

Ranjau di sebelah utara TPI Sarang diledakkan.

Sarang – Dishubkominfo Kab. Rembang bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut, Senin sore (28 April 2014) meledakkan sebuah ranjau di laut, jaraknya 100 meter sebelah utara Tempat Pelelangan Ikan (TPI) desa Sarangmeduro Kec. Sarang. Ranjau tersebut diperkirakan peninggalan perang dunia ke II.

Suraji, seorang warga desa Kalipang Kec. Sarang mengatakan bunyi ledakan terdengar dua kali.

Efek ledakan mengakibatkan lompatan air ke atas setinggi 5 meteran. Menurut informasi, posisi ranjau berada pada kedalaman 30 meter dari permukaan air. Kebetulan belum banyak masyarakat tahu, sehingga warga yang menonton tidak seramai, saat peledakan ranjau di proyek Pelabuhan Tanjung Bonang Sluke, beberapa tahun lalu.

Camat Sarang, Edi Kiswanto mengatakan ranjau perlu diledakkan, untuk menjamin keamanan dalam pembangunan dermaga sandar kapal. Kalau tidak, tentu akan sangat beresiko, manakala pekerja memasang tiang pancang. Menurut rencana TPI Sarang dikembangkan lebih besar, seiring dengan semakin banyaknya kapal nelayan. Kedepan, pembangunan dermaga, panjangnya bisa mencapai 600 meter. Edi berpendapat, dermaga yang ada saat ini, sudah tidak layak untuk pendaratan ikan.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi Dan Informatika Kab. Rembang, Suyono menjelaskan peledakan ranjau hanya berada di sekitar calon dermaga TPI. Kemungkinan di titik lain masih ada ranjau, namun belum diledakkan, mengingat keterbatasan anggaran. Yang penting aman digunakan untuk aktivitas pelayaran.

Semula peledakan akan berlangsung tanggal 01 Mei 2014, tapi TNI AL mendadak mempercepat waktunya.

Meski hanya satu titik, namun pembersihan ranjau di dekat TPI Sarang menelan dana lumayan besar, yakni Rp 220 juta.

Setelah dipastikan aman, Dishubkominfo mempersilahkan Dinas Kelautan Dan Perikanan Kab. Rembang, kapan akan memulai pembangunan dermaga.

2 Komentar

  1. sirno

    sejak dulu kok hanya dar dor dar dor saja idtengah laut.. masyarakat tidak pernah diperlihatkan bukti fisiknya dan hasil uji forensiknya seperti apa. hanya dar dor dar dor terus. lha kalo hanya beigtu, bisa saja beli petasan atau dinamit tidak sampai 100 ribu. harus ada uji forensik tuh benar gak ranjau PDII??? wong YANG 3 MILYAR dulu juga masih gelap pertanggungjawabnya. kalo didesak transpransi selalu panggil laksamananya ke rembang untuknakut-nakuti!!!! memangnya KPK dan aparat penegak hukum takut ama tentara??

  2. bima

    tangkap dan penjarakan suyono untuk kasus dugaan KORUPSI RANJAU 3Milyar dan kasus perselingkuhan!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *