Flash News
No posts found

Musim Polisi, Kebanjiran Order

Seorang peserta memantapkan latihan renang. (gambar atas) pelatih mengarahkan pergerakan kaki saat berenang.

Seorang peserta memantapkan latihan renang. (gambar atas) pelatih mengarahkan pergerakan kaki saat berenang.

Rembang – Saat musim pendaftaran polisi seperti sekarang, sejumlah pelatih renang kebanjiran order. Betapa tidak, dalam tahapan seleksi calon Brigadir maupun taruna Polri, para pendaftar dituntut bisa berenang. Mereka musti mempersiapkan sebaik mungkin, supaya bisa lolos seleksi.

Galuh Auditriyono, seorang pelatih renang dari desa Kabongan Kidul Rembang mengakui jumlah anak muda yang ingin menguasai berbagai gaya renang, belakangan ini cenderung meningkat. Jika pada hari biasa, program latihan di kolam renang obyek wisata Dampo Awang Beach Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang hanya diikuti oleh 3 – 4 orang, kini melonjak mencapai belasan orang. Mereka rata rata pendaftar Brigadir Polri yang berasal dari sejumlah kecamatan.

Galuh Auditriyono menambahkan pihaknya memathok tarif Rp 130 ribu, untuk 8 kali pertemuan latihan, gratis biaya tiket masuk. Bagi pemula yang belum bisa renang, kali pertama belajar pernafasan dulu, kemudian tekhnik pergerakan tangan dan kaki. Setelah lancar, baru latihan kecepatan. Cepat lamanya latihan, tergantung kekuatan tahan nafas. Semakin lama peserta kuat menahan nafas di dalam air, biasanya akan cepat bisa.

Seorang peserta latihan renang, Fitri menganggap penyesuaian gerakan kaki saat berenang, termasuk paling sulit. Berulang kali ia harus memperagakan di luar kolam, agar saat masuk air, menjadi lebih siap. Menurut Fitri, selain bercita cita ingin masuk korps kepolisian, renang juga diyakini bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh, meninggikan badan serta menstabilkan berat badan. Ia selama ini merasa terbantu program yang diberikan pelatih. Apalagi selalu menanamkan kedisiplinan dan jangan mudah menyerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *