Flash News
No posts found

Dobrak Pagar, Hadang Petugas KAI

Kades Bogorame, Budi Lestariyono (jaket hitam) beradu argumen dengan petugas PT KAI. (gambar atas) Komandan Kodim Rembang, Letkol Wawan Indaryanto tenangkan warga.

Kades Bogorame, Budi Lestariyono (jaket hitam) beradu argumen dengan petugas PT KAI. (gambar atas) Komandan Kodim Rembang, Letkol Wawan Indaryanto tenangkan warga.

Sulang – Belasan warga sejumlah desa di kecamatan Sulang, sempat bersitegang dengan petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI), hari Kamis (01 Mei 2014). Warga menuntut pembuatan akses jalan untuk kepentingan umum yang menempati lahan PT KAI. Tapi ada lahan ternyata sudah disewa warga, sehingga memancing kisruh.

Awalnya, sejumlah warga desa Bogorame Kec. Sulang mendobrak pagar usaha penggergajian kayu, milik Basis, Sekretaris Desa Bogorame, selaku penyewa lahan PT Kereta Api Indonesia. Lokasinya berada di pinggir jalan raya Rembang – Blora, 100 meter barat kafe karaoke JNT.

Warga merasa jengkel, karena pembangunan akses jalan tersendat 1 bulan lebih, setelah terhalang oleh pagar tersebut. Jalan dibangun di atas tanah pribadi dan PT KAI, rencananya akan tembus ke jalan raya Rembang – Blora. Titik penggarapan terakhir, sampai di sebelah selatan penggergajian kayu.

Kepala Desa Bogorame, Budi Lestariyono mengatakan jalan harus diperjuangkan, apapun resikonya. Hal itu supaya memperlancar mobilitas perekonomian masyarakat desa Bogorame, Pranti, Pedak dan Landoh Kec. Sulang.

Tapi tindakan warga dianggap menyalahi prosedur, karena Basis menyewa secara resmi lahan PT KAI sejak tahun 2007 lalu. Basis mengaku tidak masalah terhadap pembangunan jalan, semua diserahkan PT KAI, selaku pemilik lahan. Apakah nanti uang sewanya dikembalikan atau diganti tanah lain, ia menurut saja.

Saat petugas PT KAI akan melakukan pengukuran, sempat terjadi ketegangan. Kades Bogorame, Budi Lestariyono memprotes batas batas pathok dan legalitas lahan. Saling bantah tak berlangsung lama, karena segera diredakan aparat TNI. Komandan Kodim Rembang, Letkol Wawan Indaryanto menghimbau masyarakat mengendalikan emosi.

Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi IV Semarang, Eko Budianto menuturkan pihaknya sebatas ingin memastikan aset, agar tidak dikuasai orang lain secara ilegal. Apalagi kedepan muncul rencana pengaktifan kembali jalur rel kereta api yang sudah lama mati, termasuk kemungkinan jalur Rembang – Blora – Cepu. Kalau ada desakan untuk pembangunan jalan, ia menyarankan masyarakat mengajukan melalui surat tertulis. Nantinya akan dikaji.

Pengukuran baru selesai Kamis siang. Eko Budianto menegaskan tidak ada tanah warga yang dicaplok. PT KAI membawa semacam dokumen peta tanah dan didampingi pula petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *